Laporan BMKG akan Ada Gelombang Setinggi 2 Meter, Warga Pesisir Rembang Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Laporan BMKG akan Ada Gelombang Setinggi 2 Meter, Warga Pesisir Rembang Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwati.-Istimewa/diswayjateng.id-

REMBANG, diswayjateng.id - Masyarakat Kabupaten REMBANG, khsusunya wilayah pesisir, diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan karena kondisi cuaca buruk.

Pasalnya, laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gelombang tinggi akan menerjang kawasan pesisir Rembang mulai 9 hingga 12 Desember 2024.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Sri Jarwati, Selasa 10 Desember 2024.

"Dari laporan BMKG diperkirakan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, karenannya warga pesisir kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan," ujar Jarwati.

BACA JUGA:Beri Perlawanan ke PT Semen Indonesia, Warga Tegaldowo Rembang Lakukan Aksi Blokade Akses Tambang

BACA JUGA:BKD Blora Beri Pelayanan dan Pendampingan untuk Tenaga Honorer Peserta Seleksi CPNS

Dikatakannya, kondisi tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

Pola angin yang bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan antara 2 hingga 20 knot berpotensi memperburuk kondisi perairan.

"Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada, terutama karena sudah ada dua kejadian orang hilang di laut dalam seminggu terakhir," katanya.

Seperti diketahui, jika Senin 2 Desember 2024 kemarin seorang nelayan asal Desa Pasar Banggi dilaporkan hilang saat melaut di sekitar perairan Pulau Gosong.

Tak lama setelah itu, pada Sabtu 7 Desember 2024 nelayan lainnya dari Desa Tasikharjo, Kaliori juga dilaporkan hilang saat sedang melaut.

Kedua kejadian ini menambah kekhawatiran akan potensi bahaya akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

BPBD Rembang telah menyebarkan informasi terkait peringatan gelombang tinggi ini ke seluruh camat di wilayah pesisir.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: