Gembleng Kemampuan Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tegal

Gembleng Kemampuan Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tegal

DUKUNGAN - Kalak BPBD beri dukungan kepada relawan penanggulangan bencana.Foto:Hermas Purwadi/jateng.disway.id--

DISWAYJATENG, SLAWI - Tercatat hingga  saat ini ada sekitar 266 relawan penanggulangan bencana. Yang tersebar di 24 posko relawan wilayah se-Kabupaten Tegal dan 1 posko relawan di kantor pusat BPBD. relawan tersebut tersebar di wilayah selatan, timur,  Kecamatan  Pangkah, Balapulang, Warureja, Suradadi, Kramat, Adiwerna, dan Slawi. 

Kalak BPBD Kabupaten Tegal Elliya Hidayah   menyatakan, pihaknya secara periodik melakukan pembekalan relawan penganggulangan bencana yang diminta pemerintah desa.Fokus pembekalan relawan penanggulangan bencana terkait dasar-dasar kebencanaan. 

BACA JUGA:Cegah Rusaknya Sarpras Dishub, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal Lakukan Perambasan

“Latihan teknis pertolongan pada korban hingga pengkajian kerusakan paska bencana," ujarnya. 

Sejalan dengan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di tingkat desa. Selalu dibarengi dengan pembentukan relawan penanggulangan bencana yang dilanjutkan dengan pembekalan. Saat ini paradigma penanggulangan bencana sebagai mana yang dimaksud dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 telah berorientasi dari penanganan darurat bencana  ke arah pengurangan risiko bencana. 

BACA JUGA:Didominasi Guru, 99 PNS Pemkab Tegal Masuk Masa Pensiun

Risiko bencana merupakan potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu. Baik itu berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta dan gangguan kegiatan masyarakat.

Paradigma penanggulangan bencana yang semula hanya urusan pemerintah telah berubah menjadi urusan bersama. Yang tentunya membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen pemangku kepentingan yang ini dikenal dengan istilah pentahelix. 

“Di dalamnya  meliputi elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi serta media masa maupun media sosial," ungkapnya.

BACA JUGA:Wisata Petik Buah Melon di Agro Wisata Kalisapu Kabupaten Tegal

Relawan penanggulangan bencana adalah garda terdepan dari unsur masyarakat. Dimana kesiapsiagaan bagi para relawan ini merupakan faktor penting dari upaya pengurangan risiko bencana. 

"Perannya dalam mengampanyekan budaya sadar bencana dan pengarusutamaan risiko bencana adalah yang utama,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: