Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Fasilitasi Penumpang Bus yang Terlantar

TERLANTAR - Kasi Terminal dan Angkutan Dishub memfasilitasi dua penumpang yang terlantar.Foto:Hermas Purwadi/jateng.disway.id--
DISWAYJATENG, SLAWI - Untuk kesekian kalinya, Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal melalui Bidang Angkutan dan Terminal memfasilitasi penumpang yang terlantar. Kali ini fasilitasi dilakukan terhadap warga Kampung Rawa Kalong Karangsana, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Yang terlantar karena yang bersangkutan kehabisan bekal untuk kembali pulang dengan tujuan Purwokerto.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal Muhammad Budi Eko Setyawan melalui Kasi Angkutan dan Terminal Agil Suprayogi menyatakan, pihaknya sempat mengakomodir fasilitasi tersebut setelah mendapatkan surat pengantar dari Dinas Sosial.
BACA JUGA:Cegah Perundungan kepada Anak Berkebutuhan Khusus
"Selain berbekal surat pengantar dari Dinsos, kami juga mendapatkan surat pengantar dari Polsek Pangkah. Yang menjelaskan mereka berasal dari Kota Bekasi hendak pulang ke Banyumas dan kehabisan bekal," ujarnya.
Setiap tahunn, dipastikan ada penumpang yang terlantar atau kehabisan bekal sebelum sampai tujuan. Selama tahun 2023, tercatat 5 penumpang yang kehabisan bekal dan diarahkan ke Terminal Dukuhsalam. Rata-rata mereka yang kehabisan bekal hendak melanjutkan perjalanan ke Bekasi, Pemalang, Cilacap dan Purwokerto.
BACA JUGA:HUT ke-23, Baznas Kota Tegal Adakan Tasyakuran
Pihaknya memfasilitasi mereka dengan mencarikan bus sesuai dengan tujuan. Upaya mewujudkan keamanan dan meminimalisir aksi kriminal di Terminal Dukuhsalam juga telah dilakukan melalui pemasangan 8 CCTV.
Pemasangan CCTV di kawasan terminal juga sebagai implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 24/Tahun 2021 tentang penyelenggaraan terminal penumpang angkutan jalan.
Sebelumnya, beragam aksi kriminal sempat terjadi di Terminal Dukuhsalam. Mulai pencurian gerobak, pembobolan kios.
BACA JUGA:Bapenda Kabupaten Tegal Cetak Masal SPPT PBB-P2
“Hingga pencurian suku cadang bus dan helm pengunjung," ungkapnya.
Luasnya terminal memberi celah pelaku kriminal hingga areal terminal dijadikan ruang. Untuk menelantarkan orang yang kehabisan bekal atau ongkos menuju tempat asal.
"Pemasangan CCTV ini merupakan fasilitas penunjang terminal yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan pelaksaan di terminal. Hal ini mengingat luasan Terminal Dukuhsalam yang semuanya tidak terkontrol atau terawasi sepenuhnya oleh petugas," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: