Berdayakan Masyarakat, Bentuk Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Tegal

Berdayakan Masyarakat, Bentuk Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Tegal

PEMBEKALAN - Giat pembekalan Kampung Siaga Bencana Desa Tuwel.Foto: Hermas Purwadi/jateng.disway.id--

DISWAYJATENG, SLAWI -  Dalam upaya memberdayakan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana. Dinas Sosial Kabupaten Tegal bersama Tagana kembali membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong. Sebelumnya,  selama tahun 2021 dan 2022 telah membentuk KSB di tiga desa. Yakni, Wotgalih, Tamansari (Kecamatan Jatinegara) dan Buniwah (Kecamatan Bojong).

BACA JUGA:Warga Kedungoleng Gempar, Lansia Ditemukan Meninggal dalam Kamar

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Iwan Kurniawan melaui Kabid Limjamsos  Nur Ariful Hakim menyatakan, hingga saat ini jumlah KSB sudah ada 5. Selain bentukan baru di tahun 2021 dan 2022, yaitu sudah KSB Desa Guci Kecamatan, Bumijawa yang dibentuk oleh Kemensos pada tahun 2019. Ada 105 rawan bencana di Kabupaten Tegal yang harus selalu dipantau, terkait potensi kebencanaan yang kemungkinan terjadi. Sehingga perlu pelibatan masyarakat desa itu sendiri dalam kesiapsiagaan bencana melalui pembentukan KSB. 

BACA JUGA:Bupati Pemalang Mansur Hidayat Pantau Langsung Tes Seleksi JPTP

“KSB di desa wilayah rawan bencana juga untuk menambah ketersediaan relawan bencana serta memperbanyak tempat untuk persediaan logistik bencana. Melalui pembentukan lumbung sosial sebagai kelengkapan KSB di masing-masing desa," katanya.

Mengingat keterbatasan anggaran dari APBD, untuk mempercepat pembentukan KSB di wilayah desa rawan bencana. Diharapkan bagi desa yang belum membentuk KSB itu bisa membentuk dengan sumber anggaran Dana Desa (DD).

BACA JUGA:Sosialisasi Pengolahan Sampah dengan Drama Komedi di Kabupaten Pemalang 

"Tidak hanya itu saja, keterlibatan dunia usaha melalui CSR di tahun mendatang juga bisa ambil peran. Untuk pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana dengan pembentukan KSB di desa rawan bencana," ungkapnya.

Dibentuknya KSB di desa sebagai upaya pencegahan bencana (mitigasi). Kegiatan pencegahan salah satunya bersih-bersih bantaran sungai. Kemudian ikut assesmen bencana di wilayah kecamatan Bojong. 

“Serta ikut peningkatan kapasitas kebencanaan dari Dinsos, salah satunya KSB masuk sekolah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: