Jalur Pantura Batang Lumpuh 5 Jam, Antrean Kendaraan Mengular 7 Kilometer

Jalur Pantura Batang Lumpuh 5 Jam, Antrean Kendaraan Mengular 7 Kilometer

Jalur pantura subah mulai dilalui kendaraan dengan sistem Contraflow di ruas jalan menuju Semarang, Rabu malam 4 Maret 2026. -Disway Jateng/Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.com – Jalur Pantura di Kecamatan Subah, Kabupaten BATANG, lumpuh total selama enam jam akibat pohon jati tumbang yang melintang di badan jalan nasional.

Penutupan total terjadi sejak pukul 16.30 hingga sekitar pukul 21.30 WIB, membuat akses menuju Semarang maupun Jakarta terputus.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, menyebut satu-satunya jalur alternatif selama penutupan adalah melalui jalan tol.

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Subah menjadikan kawasan ini titik terparah karena banyak pohon jati milik Perhutani tumbang serentak.

BACA JUGA: Hujan Angin Terjang Batang, 3 Warga Tewas Tertimpa Pohon hingga Tiang Listrik

BACA JUGA: Hujan Angin Robohkan Pohon Jati di Pantura Batang, Sebuah Mobil Tertimpa

“Yang terdampak sepanjang Pantura ini hampir dua sampai tiga kilometer yang banyak pohon tumbang,” ujarnya, Rabu malam 4 Maret 2026.

Material pohon besar menutup total jalur nasional penghubung Jakarta–Semarang sehingga kendaraan tidak dapat melintas dari dua arah.

Selain menutup badan jalan, sekitar 10 kendaraan dilaporkan tertimpa pohon dan masih dalam pendataan lebih lanjut.

“Beberapa kendaraan tertimpa pohon, sekitar sepuluh-an mungkin, ini masih kita deteksi lebih detail,” katanya.

BACA JUGA: Sidak 15 Pasar Jelang Lebaran 2026, Dinkes Batang Temukan Boraks dan Formalin di Sejumlah Produk

BACA JUGA: Tragedi 5 Warga Meninggal di Rel, Ketua DPRD Batang Ingatkan Bahaya Double Track

Tim gabungan membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk membuka akses secara bertahap meski awalnya hanya satu jalur yang dapat difungsikan.

Prioritas utama adalah memulihkan arus di jalur nasional agar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat kembali berjalan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: