Konflik PKL dan Satpam KIK Berujung Damai, Kapolres Kendal Mediasi Kedua Pihak
Pihak PKL dan oknum satpam KIK sepakat damai difasilitasi Kapolres Kendal.-arief pramono/diswayjateng.id-
KENDAL, diswayjateng.id- Konflik antara pedagang kaki lima (PKL) dan oknum satpam di kawasan industri Kendal (KIK) yang sempat memanas, memaksa jajaran Polres Kendal turun tangan.
Tak ingin permasalahan terus meruncing, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, memfasilitasi mediasi kedua belah pihak yang berkonflik. Setelah melalui negosasi yang alot dalam pertemuan di Mapolres Kendal, akhirnya berujung damai .
Mediasi yang difasilitasi Kapolres AKBP Hendry Susanto Sianipar ini, menjadi titik temu kedua belah pihak. Awal ketegangan itu mencuat di media sosial, akibat dugaan tindakan arogansi satpam terhadap para PKL di area KIK.
“Sejak awal kami dari Polres Kendal sudah turun ke lapangan, hal ini untuk memastikan konflik ini tidak berkembang menjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar AKBP Hendry Susanto Sianipar di Mapolres Kendal, Kamis (29/5/2025).
Dalam pertemuan mediasi akhir tersebut, pihak PKL dan oknum satpam sepakat saling memaafkan. Selain itu, tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum. Keduanya juga menyatakan saling memahami hak dan kewajibannya masing-masing di kawasan industri tersebut.
“Mediasi berjalan baik, semua pihak sudah mengetahui duduk persoalan dan bersepakat untuk tidak mempermasalahkan lebih lanjut. Ini hasil yang patut kita syukuri,” terang AKBP Hendry.
Langkah cepat dan responsif Polres Kendal itu, langsung mendapat apresiasi dari manajemen Kawasan Industri Kendal.
Kepala Manajemen Kotamadya KIK, John F. Tehupuring menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian.
“Kami sangat berterima kasih atas peran Polres Kendal yang telah menggelar mediasi ini. Kami bukan anti PKL. Bahkan kami sudah melakukan dialog dengan kepala desa untuk mencari mekanisme terbaik dalam penataan PKL di kawasan,” kata John.
Pihak manajemen KIK juga menyatakan komitmen menjaga kondusivitas lingkungan industry. Termasuk menyiapkan solusi jangka panjang terkait keberadaan PKL melalui pendekatan dialogis dan partisipatif.
Sebelumnya, video pengusiran PKL oleh oknum satpam KIK yang terekam dengan nada tinggi dan gestur kasar viral di media sosial. Aksi tersebut menuai respons publik dan mendorong atensi dari aparat penegak hukum.
“Upaya damai ini adalah wujud nyata bahwa semua pihak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Kami akan terus pantau dan jaga komunikasi agar tidak terjadi hal serupa,” tutup Kapolres Kendal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
