Hidran Tertutup Cor di Jalan Majapahit, PDAM Semarang Panggil Damkar dan OPD Lakukan Evaluasi Cepat

Hidran Tertutup Cor di Jalan Majapahit, PDAM Semarang Panggil Damkar dan OPD Lakukan Evaluasi Cepat

Seorang warga mengabadikan hidran. PDAM Kota Semarang akan panggjl OPD dan Damkar terkait hidran yang tertimbun cor di jalan Majapahit, Kota Semarang.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang merespons perhatian publik terkait keberadaan hidran yang terpendam akibat pengecoran jalan di ruas Jalan Majapahit, tepatnya di depan pos pemeliharaan. PDAM memastikan segera melakukan evaluasi bersama lintas instansi guna menjamin fungsi hidran tetap optimal.

Plt Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Hariyadi, mengatakan pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang pada Selasa, 7 Januaro 2026 pukul 10.00 WIB.

“Dalam waktu dekat, besok jam 10.00, kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan OPD terkait untuk mengevaluasi keberadaan dan fungsi hidran, khususnya yang terdampak pengecoran jalan,” ujar Hariyadi kepada awak media, Senin, 5 Januari 2026

Evaluasi tersebut bertujuan memastikan infrastruktur hidran tetap mudah diakses dan berfungsi optimal sebagai bagian penting dalam sistem penanggulangan kebakaran di Kota Semarang.

Selain itu, Hariyadi menegaskan komitmen PDAM Tirta Moedal dalam mendukung tugas Damkar selama ini. Pada setiap kejadian kebakaran, PDAM selalu menyiagakan dan mengirimkan armada mobil tangki air ke lokasi kejadian sesuai kebutuhan di lapangan.

“Tidak hanya saat kebakaran, pada hari-hari biasa Damkar juga diperbolehkan mengambil air di terminal air milik PDAM tanpa dipungut biaya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, terminal air PDAM yang dapat dimanfaatkan Damkar antara lain berada di wilayah Pedurungan (timur), Reservoir Manyaran (barat), serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) lainnya. Seluruh dukungan tersebut dibiayai melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) PDAM.

“Pengambilan air oleh Damkar gratis. Itu merupakan bentuk tanggung jawab sosial PDAM kepada masyarakat dan pemerintah kota,” tegas Hariyadi.

Lebih lanjut, PDAM Tirta Moedal menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan air bersih yang andal, berkelanjutan, dan berkualitas bagi warga Kota Semarang. PDAM juga membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan infrastruktur air bersih dan hidran kota berfungsi maksimal.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi demi keselamatan bersama dan pelayanan publik yang lebih baik,” pungkasnya.

Langkah evaluasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus mencegah terulangnya permasalahan hidran yang sulit diakses saat kondisi darurat. (Sul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: