Keterlibatan mahasiswa internasional juga dinilai dapat memperluas perhatian terhadap batik Pekalongan. Setelah lulus, mereka berpotensi memperkenalkan tradisi batik dan upaya keberlanjutannya di negara masing-masing.
Sementara itu, Andi menyebut pengembangan model Green Batik Center ke daerah lain, termasuk Solo dan Tegal, sebagai gagasan yang telah dibicarakan bersama mitra. Rencana tersebut masih memerlukan tindak lanjut dan pengembangan lebih lanjut.
Bagi Pekalongan, pekerjaan berikutnya bukan sekadar memperkenalkan pusat baru. Tantangannya adalah memastikan layanan konsultasi, teknologi pengolahan, dan pendampingan industri terus berjalan.
Batik memang mewariskan keindahan dari generasi ke generasi. Kini, industri tersebut juga ditantang mewariskan lingkungan yang tetap terjaga.