Green Batik Center Dibuka, Belanda Ingatkan Masa Depan Batik Pekalongan
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen mengunjungi Green Batik Centre Universitas Pekalongan bersama rektor Andi Kushermanto, Jumat 23 Oktober 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
PEKALONGAN, diswayjateng.id - Selembar batik menyimpan cerita tentang keterampilan, sejarah, dan identitas sebuah daerah. Namun, di balik motif indahnya, ada persoalan air dan limbah yang tak boleh diabaikan.
Industri batik membutuhkan banyak air dalam proses produksinya. Ketika limbah tidak dikelola dengan baik, lingkungan ikut menanggung akibatnya.
Persoalan itulah yang menjadi salah satu alasan Universitas Pekalongan (Unikal) menghadirkan Green Batik Centre. Pusat tersebut diresmikan di Gedung E Unikal, Jumat 23 Oktober 2026.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Marc Gerritsen, menyebut inisiatif tersebut sebagai langkah penting menjaga tradisi batik.
BACA JUGA: Stunting Pekalongan Masih 19 Persen, Walikota Minta Program Tak Berhenti Tengah Jalan
BACA JUGA: Damkar Latih 14 SPPG Pekalongan Padamkan Api Pakai APAR dan Kain
“Batik hijau adalah masa depan,” kata Gerritsen saat mengunjungi Green Batik Center
Menurut dia, program tersebut mempertemukan upaya menjaga tradisi batik Pekalongan dengan pengelolaan air yang lebih berkelanjutan. Salah satu pendekatannya ialah menggunakan kembali air setelah melalui proses pengolahan.
Gerritsen mengaku mendapat penjelasan mengenai tahapan produksi batik hingga proses pembersihan air limbah. Ia juga melihat pendekatan pengolahan air secara alami yang diperkenalkan dalam program tersebut.
“Saya pikir universitas telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan Pekalongan layak mendapat banyak apresiasi,” ujarnya.
BACA JUGA: LAZISMU Pekalongan Salurkan Bantuan untuk Dua Korban Kebakaran Rumah di Rowoyoso Wonokerto
BACA JUGA: Lapas Tegal Bersama Bapas Pekalongan Laksanakan Asesmen Warga Binaan
Batik Belanda dan jejak sejarah Pekalongan
Kunjungan Gerritsen memiliki cerita lain di luar agenda peresmian. Ia datang dengan mengenakan batik bermotif tulip yang disebutnya berasal dari tradisi Batik Belanda.
Tulip merupakan bunga nasional Belanda. Motif tersebut, menurut Gerritsen, menghubungkan sejarah kedua negara melalui perkembangan batik Pekalongan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

