Green Batik Center Dibuka, Belanda Ingatkan Masa Depan Batik Pekalongan

Jumat 23-10-2026,22:38 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : M. Fatkhurohman

Melalui program tersebut, sejumlah fasilitas lama direvitalisasi dan dilengkapi tahapan pengolahan tambahan. Penanganannya disesuaikan dengan karakteristik limbah dari masing-masing proses produksi.

Maghfiroh menyebut air keluaran instalasi yang didampingi telah memenuhi baku mutu berdasarkan pengujian laboratorium. Namun, kualitas air tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan yang sesuai.

Sebelum mendapat pendampingan, sebagian pelaku usaha diketahui langsung membuang limbah ke saluran irigasi terdekat. Kondisi itu memperlihatkan pentingnya fasilitas pengolahan yang berfungsi dan perubahan perilaku produksi.

Program ini juga mendorong penggunaan kembali air hasil pengolahan. Pemanfaatannya harus mengikuti kualitas air dan peruntukan yang sesuai.

Selain itu, sistem pemanenan air hujan atau rainwater harvesting dikembangkan untuk menambah sumber air produksi. Upaya tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan industri terhadap penggunaan air tanah.

Pendekatan ini mencakup batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi. Penanganan limbahnya disesuaikan dengan bahan pewarna serta karakteristik produksi setiap usaha.

Enam usaha bersertifikat, empat masih berproses

Program Green Batik Pekalongan Project juga mendorong pelaku usaha memenuhi persyaratan sertifikasi industri hijau. Sertifikat tersebut diterbitkan melalui mekanisme penilaian yang melibatkan instansi berwenang di bidang perindustrian.

Maghfiroh menyebut enam pelaku usaha telah memperoleh sertifikat industri hijau. Empat usaha lainnya masih menjalani proses administrasi dan asesmen.

Keempatnya ialah Batik Rininta di Gamar, Batik Rameza di Pesindon, Batik AWE Tirta, dan Batik Metaflora di Tekor.

Dokumen pengajuan mereka telah masuk ke Balai Besar untuk menjalani tahapan penilaian. Apabila persyaratan terpenuhi, proses dilanjutkan dengan kunjungan asesor sebelum sertifikat diterbitkan.

Meski demikian, sertifikasi bukan akhir dari pekerjaan. Pengusaha tetap perlu menjaga kinerja instalasi, kualitas air keluaran, dan efisiensi penggunaan air.

Green Batik Center diharapkan memperluas pendampingan tersebut kepada lebih banyak pelaku usaha. Dengan demikian, penerapan praktik produksi ramah lingkungan tidak berhenti pada 10 pelaku percontohan.

Masa depan batik bergantung pada keterlibatan generasi muda

Peresmian Green Batik Center juga diisi penampilan anak muda dalam kegiatan kriya batik. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara kreativitas generasi penerus dan keberlanjutan industri.

Peninjauan instalasi pengolahan air limbah turut menjadi bagian agenda. Fasilitas itu memperlihatkan sisi produksi yang kerap luput ketika masyarakat menikmati batik sebagai produk jadi.

Gerritsen berharap generasi baru perajin, baik perempuan maupun laki-laki, ikut memanfaatkan teknologi pengolahan yang tersedia. Kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan mitra internasional dinilai penting untuk menjaga tradisi.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat agar program dapat bertahan. Menurutnya, Unikal mempunyai peran strategis dalam menghubungkan berbagai pihak di industri batik.

Kategori :