SMK Nuris Bagikan 138 Dus Mie Instan ke Panti Asuhan
PENYERAHAN SIMBOLIS - Kepala SMK Nuris Larangan Drs Riswanto MM menyerahkan secara simbolis donasi mie instan kepada Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Santi Nasional 2026 di Lapangan Indoor-Anam Syahmadani/Radar Tegal-
BREBES, diswayjateng.id - Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di SMK Nurul Islam (Nuris) Larangan dimaknai dengan aksi kepedulian yang sangat menyentuh. Usai Apel Hari Santri yang diikuti seluruh guru, karyawan, dan murid di Lapangan Indoor SMK Nuris, Kamis (22/10/2026), sekolah menyalurkan 138 dus mie instan untuk enam panti asuhan dan warga duafa yang ada di wilayah Kabupaten Brebes.
Sebanyak 138 dus mie instan yang terkumpul merupakan hasil donasi murni dari Keluarga Besar SMK Nuris, mulai ketua yayasan, kepala sekolah, guru, karyawan, hingga murid yang masing-masing menyumbang dengan jumlah bervariasi.
Setiap murid minimal menyumbang dua bungkus mie instan sebagai bentuk pembelajaran empati. Kebijakan sederhana ini ternyata memicu antusiasme luar biasa.
Enam panti asuhan yang menjadi sasaran adalah Panti Asuhan Fastabiqul Khairat Grinting, Panti Asuhan Muhammadiyah Pesantunan, Panti Asuhan Aisyiyah Luwunggede, Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Pasar Batang, Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Pasar Batang, dan Panti Asuhan Putra Muslimat Kauman.
Keenam panti tersebut dipilih karena selama ini menjadi mitra pembinaan keagamaan sekolah dan berada di wilayah jangkauan dakwah SMK Nuris.
Penyaluran donasi tersebut dilakukan dengan mengerahkan enam armada kendaraan sekolah yang diberangkatkan secara bersamaan.
Masing-masing armada membawa puluhan dus mie instan serta perwakilan murid SMK Nuris yang ditugaskan untuk menyerahkan langsung bantuan bersama guru. Mereka dibagi sesuai rute yang telah ditentukan agar penyaluran lebih efektif dan tepat sasaran.
BACA JUGA:Peduli Sesama Saat Kemarau, SMK Nuris Brebes Salurkan Lima Tangki Air Bersih ke Dua Desa
BACA JUGA:Semarak Maulid Nabi di SMK Nuris Larangan, 12 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
Kepala SMK Nuris Larangan Drs Riswanto MM mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk menumbuhkan kepedulian sosial murid.
Bagi Riswanto, peringatan Hari Santri tidak boleh berhenti pada seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam amal nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Ini wujud nyata SMK Nuris peduli kepada masyarakat,” kata Riswanto.
Riswanto mengemukakan, selain itu, kegiatan ini memberikan pembelajaran bahwa kepedulian itu sangat penting dalam kehidupan murid. Dengan membiasakan berbagi sejak dini, murid diharapkan tidak hanya mengembangkan potensi diri di bidang kejuruan dan akademik, tetapi juga potensi yang ada pada masyarakat. Riswanto ingin murid SMK Nuris tumbuh menjadi pribadi yang terampil sekaligus peka sosial.
BACA JUGA:812 Siswa Baru SMK Nuris Larangan Brebes Dibekali Wiyata Mandala
“Siswa diharapkan semakin memahami jati dirinya sebagai pelajar yang berakhlakul karimah dan peka terhadap lingkungan sekitar,” tegas Riswanto.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

