Pengetahuan tersebut dapat dibagikan kembali sehingga menjadi sumber pembelajaran bersama di lingkungan BPKPAD.
Ika menyebut pengetahuan merupakan salah satu aset penting bagi organisasi. Pertukaran pengetahuan juga dinilai dapat membantu meningkatkan kompetensi dan kapabilitas aparatur sipil negara (ASN).
“Kalau kita bisa saling bertukar informasi dan pengetahuan, kita bisa kaya ilmu. Jadi ASN bisa kompetensinya atau kapabilitasnya meningkat,” katanya.
Selain berbagi pengetahuan, Koneksi menyediakan Document Center sebagai ruang pengelolaan dokumen kerja secara digital.
Fitur tersebut diharapkan membuat dokumen lebih mudah ditemukan dan digunakan oleh pegawai yang membutuhkan.
Adapun Service Center disiapkan sebagai layanan internal BPKPAD. Ketiga fitur tersebut ditempatkan dalam satu sistem sehingga pegawai tidak perlu menggunakan berbagai saluran secara terpisah untuk kebutuhan internal.
Koneksi dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web yang dapat diakses melalui laptop maupun telepon seluler.
Sistem tersebut dirancang responsif sehingga dapat menyesuaikan tampilan ketika digunakan melalui perangkat berbeda.
Setiap pegawai BPKPAD dapat mengakses sistem menggunakan username dan password yang telah disediakan.
Pegawai juga memiliki akses untuk mengganti password masing-masing.
Ika mengatakan Koneksi telah melewati tahap uji coba sebelum diluncurkan. Tahapan tersebut juga disertai sosialisasi kepada pegawai untuk memperoleh saran dan masukan sebelum sistem diterapkan.
“Sudah bisa diimplementasikan di internal BPKPAD,” ujarnya.
Pengembangan sistem tersebut dilakukan selama sekitar 60 hari atau dua bulan.
Dalam implementasinya, Koneksi juga dapat menjadi sarana dokumentasi aktivitas pegawai. Dokumentasi kegiatan dapat diunggah melalui sistem sehingga aktivitas tersebut tersimpan secara digital.
Menurut Ika, sistem yang terpusat juga dapat membantu pimpinan dalam melakukan pemantauan terhadap dokumentasi kegiatan internal.
“Terus misal saya habis rapat apa, itu bisa jadi pengawasan pimpinan,” katanya.