Hasil akhir dari riset ini nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat sebagai materi edukasi bagi generasi muda agar mereka tidak kepaten obor—tetap mengenal akar budaya serta memperkuat identitas diri di tengah gempuran modernisasi.
"Harapan kami, kajian ini tidak hanya menghasilkan dokumentasi sejarah yang lebih akurat, tetapi juga mampu membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian naskah kuno sebagai warisan budaya yang tak ternilai," pungkas Teguh dengan penuh harap.
Mengenal Naskah Kuno Sejarah Tegal
Apa saja jenis naskah kuno sejarah Tegal yang saat ini diteliti?
- Naskah yang diteliti sebagian besar menggunakan aksara Pegon Jawa dan Hanacaraka, seperti Naskah Suluk Danawarih, Naskah Suluk Kalisalak, Naskah Menak Amir Hamzah dari Slerok, Naskah Rambang, serta Babad Pagedongan.
Mengapa penelusuran naskah kuno ini penting bagi masyarakat?
- Penelusuran ini penting sebagai penyedia sumber sejarah primer yang ilmiah guna melengkapi sejarah lisan (cerita tutur) yang selama ini berkembang, sekaligus sebagai media edukasi agar generasi muda Tegal tidak kehilangan akar budayanya.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam pengkajian manuskrip ini?
- Disperpusip Kabupaten Tegal bekerja sama secara kolaboratif dengan para filolog, akademisi lintas perguruan tinggi, sejarawan, serta komunitas pegiat sejarah lokal.