Menyingkap Tabir Peradaban Lewat Naskah Kuno Sejarah Tegal
SEJARAH TEGAL - Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi, menyatakan akan meneliti naskah kuno sejarah Tegal yang lama tersimpan.-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
SLAWI, diswayjateng.id – Sejarah sebuah daerah tidak melulu bersembunyi di balik dinginnya tembok museum atau kemegahan monumen. Di Kabupaten Tegal, jejak masa lalu yang sarat nilai luhur justru masih tersimpan rapat dalam lembaran-lembaran naskah kuno sejarah Tegal yang mulai rapuh dimakan usia.
Selama bertahun-tahun, manuskrip beraksara Pegon dan Hanacaraka ini hanya menjadi saksi bisu perjalanan waktu di sudut-sudut rumah warga maupun pondok pesantren, tanpa banyak disentuh oleh kajian ilmiah yang mendalam.
Menyadari pentingnya merawat memori kolektif wong Tegal, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disperpusip) Kabupaten Tegal kini bergerak cepat. Instansi ini menjadikan penyelamatan dan pengungkapan sejarah melalui manuskrip lawas sebagai salah satu program prioritas daerah.
Langkah ini diambil bukan sekadar untuk mengumpulkan dokumen usang, melainkan untuk menelusuri kembali identitas Tegal yang selama ini masih menyisakan banyak ruang kosong.
BACA JUGA:8 Desa di Tegal Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, PMI Gelontorkan 368 Ribu Liter Air Bersih
BACA JUGA:Kandang Ayam di Kaliwadas Tegal Kebakaran Jelang Panen, 33 Ribu Ayam Hangus Terpanggang
Kepala Disperpusip Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi, menegaskan bahwa rekonstruksi sejarah daerah tidak boleh hanya bersandar pada cerita tutur atau dongeng turun-temurun yang bias.
Menurutnya, sebuah peradaban yang besar harus berdiri tegak di atas sumber primer yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Masih banyak naskah asli yang berkaitan dengan sejarah, budaya, hingga perkembangan peradaban di Tegal yang perlu dikaji kembali. Kami ingin menggali sumber-sumber primer agar sejarah Tegal bisa disusun lebih utuh," ujar Teguh saat ditemui pada Rabu, 1 Juli 2026.
Kolaborasi Filolog Demi Mengupas Naskah Kuno Sejarah Tegal
Untuk mewujudkan misi besar ini, Disperpusip tidak berjalan sendiri. Pihaknya merangkul kolaborasi lintas sektor yang melibatkan para filolog, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, sejarawan, hingga komunitas pegiat sejarah lokal.
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Mentoring Sukseskan Giat Spesialis Keliling
BACA JUGA:Momentum Hari Bhayangkara, Polsek Jatinegara Tegal Resmikan Pangkalan Ojek Presisi
Langkah inklusif ini diambil guna memastikan setiap bait aksara dalam manuskrip dapat diterjemahkan dan dianalisis secara objektif serta berimbang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




