Menteri Agama Tantang UIN Sunan Kudus Jadi Kampus Pelopor, Bukan Sekadar Mengejar Ranking
Ribuan mahasiswa baru UIN Sunan Kudus mendapat motivasi dari Menteri Agama Nasarudin. --
KUDUS, diswayjateng.id- Kampus unggul tidak selalu lahir dari perburuan ranking. Justru, kampus terbaik adalah mereka yang berani menciptakan standar keunggulannya sendiri.
Sorotan tajam itu disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., saat memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika dan ribuan mahasiswa di UIN Sunan Kudus, Kamis (20/8/2026).
Karena itu, Nasaruddin mengajak kampus Islam Negeri yang baru bertransformasi menjadi universitas tersebut, untuk tidak sekadar mengejar capaian formal atau meniru perguruan tinggi lain.
Menurut Nasaruddin, UIN Sunan Kudus memiliki kesempatan tampil sebagai kampus pelopor dengan karakter yang berbeda. Selain mencerdaskan pikiran, juga membangun kualitas batin yang menghadirkan pencerahan dan keteduhan. 
Menteri Agama Nasaruddin Umar tanam pohon di UIN Sunan Kudus,--
“Kita harus berani bermimpi besar dan berani berpikir lain. Bagaimana menciptakan suatu kampus yang bukan hanya meng-install pikiran-pikiran rasional, tetapi juga meng-install kualitas batin yang mampu mencerahkan dan meneduhkan,” tegasnya.
Nasaruddin menilai perguruan tinggi Islam memiliki modal besar melahirkan model pendidikan yang tidak berhenti pada kecerdasan intelektual saja.
"Ilmu harus berjalan beriringan dengan spiritualitas, karakter, kebijaksanaan, dan kebermanfaatan, " tandanya.
Karena itu, ia meminta UIN Sunan Kudus tidak menjadikan perguruan tinggi lain sebagai satu-satunya kiblat. Kampus harus berani menemukan jalan sendiri, dan menciptakan sesuatu yang belum dimiliki kampus lain.
BACA JUGA:Enam Dekade UIN Sunan Kudus: Dari Warisan Sunan Kudus Menuju Pusat Keunggulan Islam Pantura Timur
BACA JUGA:UIN Sunan Kudus Kerahkan 2.274 Mahasiswa Tanam Pohon, Gaungkan Ekoteologi hingga Pelosok Desa
“Jadilah kampus yang pertama. Jangan hanya berkiblat pada kampus lain,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar UIN Sunan Kudus tidak terjebak dalam perlombaan mengejar ranking dan indikator formal semata.
“UIN itu jangan hanya mengejar ranking dan standar formal, tetapi create suatu keadaan yang mungkin belum ada kriterianya di dunia. Justru di situlah kampus bisa menemukan keunggulannya sendiri,” pinta Nasaruddin.
Pesan keberanian menjadi yang terbaik juga disampaikan Nasaruddin kepada ribuan mahasiswa baru saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Kudus 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:














