“Pematangan lahan selesai, langsung kita pasang unitnya. Target kami jelas: sebelum Lebaran harus berdiri,” tegas perwakilan UPT Kementerian PU Jawa Tengah.
Lansia Dipindah ke Rumah Dinas Bupati
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan. Lima warga lanjut usia dipindahkan ke rumah dinas bupati agar lebih nyaman dan dekat dengan layanan kesehatan.
Dinas Pendidikan membuka kelas darurat agar anak-anak tetap bisa belajar. Logistik, air bersih, sanitasi, hingga layanan kesehatan terus dipastikan terpenuhi.
Warningsih (37), salah satu pengungsi, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tegal atas layanan kesehatan yang kami terima. Pemeriksaan hingga persalinan difasilitasi tanpa biaya,” tuturnya.
Fokus Jangka Panjang: Huntap dan Rekonstruksi
Suharyanto menegaskan percepatan Huntara harus diimbangi dengan perencanaan Huntap.
“Huntara ini solusi sementara. Fokus berikutnya Huntap. Pemerintah daerah menyiapkan lahan, pemerintah pusat membangun,” tegasnya.
BNPB juga meminta segera disusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) agar dukungan kementerian teknis dapat direalisasikan, termasuk pembangunan sekolah, pondok pesantren, jalan, dan jembatan yang rusak.
Selain Desa Padasari, tanah bergerak juga terjadi di Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, berdampak pada 25 rumah. Pemkab Tegal berencana mengajukan bantuan agar warga di sana mendapat dukungan serupa.
Di tengah luka dan trauma, secercah kepastian mulai terlihat. Pemerintah bergerak cepat, warga mulai menentukan pilihan hunian, dan target sebelum Lebaran menjadi garis finis yang dikejar bersama.
Lebaran tahun ini mungkin bukan di rumah lama. Tapi setidaknya, di tempat yang lebih aman.