SALATIGA, diswayjateng.id - Wali Kota Salatiga Robby Hernawan melarang penentuan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengacu pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang ia istilahkan sebagai "tebas mentah".
Robby menginstruksikan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghitung secara riil potensi yang ada di unit kerja masing-masing. Selain tentunya, harus realistis dan terukur.
Instruksi khusus ini disampaikan saat Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Tingkat Kota Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Lantai 2, Kamis 19 Februari 2026.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh Pj. Sekda beserta para asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta para Camat se-Kota Salatiga.
BACA JUGA: Eks Kades Kalirejo Grobogan Dituntut Lima Tahun Penjara Atas Kasus Dugaan Korupsi
BACA JUGA: Polres Semarang Amankan 6 Pelaku Tawuran, 3 Diantaranya Anak Dibawah Umur
Rakor POK sendiri guna menyelaraskan langkah pembangunan di tahun berjalan.
Disampaikan Wali Kota, penyesuaian potensi akan menjadi tolok ukur dalam menetapkan target pendapatan daerah yang lebih
"Penentuan target PAD tidak boleh lagi dilakukan secara konvensional atau sekadar mengacu pengalaman tahun-tahun sebelumnya tapi menghitung secara riil potensi yang ada di unit kerja masing-masing," ungkap Robby Hernawan.
BACA JUGA: Hunian Layak untuk Rakyat Tegal, PDI Perjuangan Setuju Raperda Perumahan Jadi Perda
BACA JUGA: Bengkel Sepeda Motor di Moga Ludes Terbakar Akibat Percikan Api Tambal Ban
Dalam arahannya, Robby memberikan perhatian khusus pada aspek pendapatan daerah berdasarkan evaluasi tahun anggaran sebelumnya.
Karena, konsentrasi pemerintah harus difokuskan pada peningkatan PAD melalui penggalian potensi secara mendalam.
BACA JUGA: Lautan Jemaah Penuhi Masjid Agung Kauman Semarang di Malam Perdana Ramadan 2026
BACA JUGA: Warga Kedungombo Gugat Presiden Prabowo Subianto Terkait Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto
Ia juga meminta ASN Salatiga tidak berpuas diri meskipun capaian sebelumnya telah melampaui target.
"Tantangan utama pemerintah daerah saat ini bukan sekadar membelanjakan anggaran, melainkan bagaimana meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan," ungkapnya.