Terpancing Emosi, Wali Kota Salatiga Tanggapi Tuntutan dan Orasi Mahasiswa dengan Suara Tinggi
MENUNJUK : Wali Kota Salatiga Robby Hernawan saat menunjuk salah satu pengunjung rasa, Senin 9 Februari 2026. Foto : Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.com - Wali Kota Salatiga Robby Hernawam sempat terpancing emosi saat menanggapi tuntutan puluhan mahasiswa gabungan Aliansi Mahasiswa Peduli Salatiga ketika menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemkot, Senin 9 Februari 2026.
Beberapa kali Robby Hernawan menunjukkan gestur emosi, hingga dibawa masuk sejumlah stafnya ke dalam area Kantor Pemkot Salatiga.
Seluruh kejadian ini terekam wartawan hingga media kampus yang meliput kejadian unjuk rasa digelar Aliansi Mahasiswa Peduli Salatiga.
Awalnya, saat para pedemo berunjuk rasa menyuarakan tuntutan mereka Wali Kota masih terlihat tenang meski dapat pengawalan ketat puluhan anggota Polres Salatiga, baik berseragam atau pun berpakaian preman.
Namun, suasana mulai terlihat tegang ketika salah seorang mahasiswa menyinggung kehadiran Wali Kota Robby Hernawan dengan menggunakan masker.
BACA JUGA: Ratusan Eks Karyawan Sritex Demo di Pengadilan Niaga Semarang, Tuntut Evaluasi Kurator
BACA JUGA: Polemik Pilkada Melalui DPRD, Ketua Dewan Sragen: Kemunduran Demokrasi dan Rampas Hak Rakyat
"Kita tidak bisa melihat ekspresi Wali Kota karena tertutup masker," teriak seorang mahasiswa, dengan atribut kasi putih menyerupai pocong dikepalanya.

Mendapatkan sindiran tersebut, Wali Kota Robby Hernawan langsung melepaskan masker hitam yang ka kenakan.
"Tahu tidak mengapa saya memakai masker, karena ada polusi, ada bakar-bakar. Seharusnya, bakar-bakar tidak perlu lah, bisa dengan menggunakan dialog," ungkapan Wali Kota.
Semula, Wali Kota menyampaikan jika kehadirannya di tengah para pedemo untuk mendengarkan apa yang menjadi aspirasi para mahasiswa.
"Ada hal yang positif akan kita tampung, karena apa pun yang kita lakukan untuk kepentingan rakyat Salatiga. Apabila belum ada kepuasan dari sejumlah pihak itu hal yang wajar, namun beberapa yang disampaikan harus ada komunikasi," ungkap Wall Kota.
BACA JUGA: Meski Didemo Buruh, Wali Kota Semarang Tegaskan UMK 2026 Naik 6,5 Persen Jadi Rp3,7 Juta
BACA JUGA: Bangunan Sekolah Ambruk, Disdikbud Kabupaten Tegal Tempuh Langkah Regroping SDN 01 Padasari
Wali Kota juga membantah, jika dikatakan dalam pemerintahannya ada pembodohan dan pembohongan, seperti dinarasikan seorang koordinator aksi.
Wali Kota juga menekan terkait tuntutan tanda-tangan dirinya oleh para pengunjuk rasa, yang patut dipertanyakan.
"Jangan paksa saya untuk tanda-tangan sebelum kita clear memahami satu dengan yang lain. Apa yang kalian tuntutan itu terlihat di permukaan saja," ujar Wali Kota.

Robby juga menyampaikan, untuk mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan santun dan bertika.
"Tidak perlu nyinyir seperti Anda," ungkap Robby dengan menunjuk koordinator aksi.
Wali Kota juga menuntut mahasiswa memberikan kontribusi dan memberikan kinerja yang jelas untuk rakyat Salatiga, mengentaskan kemiskinan, memperdayakan UMKM, dan menuntaskan stunting.
BACA JUGA: Musim Baratan, Puluhan Nelayan Batang Dilatih Perbaiki Mesin Kapal Satu Silinder
BACA JUGA: Pelaku Perusakan Garis Polisi di Rumah Bos BLN Nicho di Salatiga Ditetapkan Tersangka
Di ujung pernyataannya, Wali Kota bahkan sempat berbalik badan hendak menemui para pedemo ketika diteriaki "kabur" namun dihalangi ajudan staf ASN Pemkot Salatiga.
Sementara, Koordinator Aksi Syaiful Anwar sebelumnya mengapresiasi kehadiran Wali Kota Robby Hernawan di tengah para pedemo. Ia pun membacakan apa yang menjadi tuntutan para pedemo agar Wali Kota Salatiga menandatangani Pakta Integritas yang berisikan tujuh poin di dalamnya.
Dimana, tujuh poin tersebut menyinggung sejumlah kebijakan Wali Kota Salatiga yang hampir genap 1 tahun berjalan. Salah satunya, terkait Wali Kota Salatiga melakukan langkah sewa mobil dinas yang dianggap tindakan itu tidak berkepihakan kepada rakyat.
"Kebijakan ini sudah ugal-ugalan," ungkap seorang mahasiswa.
Sambil membawa puluhan poster bertulisan sindiran, suara hati hingga amarah terkait kebijakan pemerintah Kota Salatiga, koordinator aksi menuntut agar Wali Kota Salatiga menandatangani Pakta Integritas dan Surat Pernyataan Kesanggupan Wali Kota.
BACA JUGA: Pergerakan Penumpang Bandara Ahmad Yani Semarang Naik 6,5 Persen pada Januari 2026
BACA JUGA: 11 Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang, Warga Desa Penakir Terisolasi Hampir Tiga Pekan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
