Sementara Kepala Bapperida Batang, Bagus Pambudi, menyampaikan pesan Bupati Batang agar anak-anak siap menghadapi era globalisasi dengan organisasi, pendidikan tinggi, dan karakter disiplin.
“Anak Batang harus tekun dan pantang menyerah karena kompetisi SDM ke depan tidak hanya lokal tapi global,” ujar Bagus.
Ia mengingatkan bahwa hadirnya kawasan industri dan investasi asing di Batang menuntut SDM berkualitas yang siap bersaing secara nasional dan internasional.
Dalam forum tersebut, anak-anak juga berdiskusi tentang pendidikan inklusif, kesehatan mental, literasi digital, hingga bahaya narkoba dan kekerasan di sekolah.
Beberapa peserta mengaku senang bisa berbicara langsung di forum resmi tanpa takut dihakimi oleh orang dewasa.
“Akhirnya kami bisa ngomong jujur soal masalah sekolah dan teman,” ujar salah satu delegasi Kecamatan Subah dengan senyum malu.
Kongres Anak Batang VI menjadi simbol bahwa suara anak bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan energi perubahan yang harus dirawat oleh pemerintah, sekolah, dan keluarga.
Ketika anak berani bicara, Batang sedang menanam pemimpin masa depan yang lahir dari keberanian kecil di aula sederhana.