Ngerinya Kondisi Pohon di Jalur Pantura Batang, 223 Rawan Roboh
Pemangkasan pohon membahayakan di jalur pantura Subah, kabupaten Batang, Selasa 10 Februari 2026.-ist-
BATANG, diswayjateng.com - Sebanyak 223 pohon rawan roboh dan berpotensi membahayakan di Jalur Pantura Subah masuk daftar penanganan Pemerintah Kabupaten Batang demi keselamatan pengguna jalan nasional.
Dari jumlah tersebut, 142 pohon berada di lajur utara dan 81 pohon berada di lajur selatan sepanjang wilayah Kecamatan Subah.
Seluruh pohon rawan itu dijadwalkan dipangkas secara bertahap mulai 10 hingga 18 Februari 2026.
Pendataan dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Subah berdasarkan tingkat kerawanan pohon terhadap arus lalu lintas dan infrastruktur vital.
BACA JUGA: Viral Tawuran Berdarah di Batang, Polisi Bekuk Tiga Pelajar Bawa Senjata
BACA JUGA: Musim Baratan, Puluhan Nelayan Batang Dilatih Perbaiki Mesin Kapal Satu Silinder
"Ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Teknis Penebangan Pohon pada ruas jalan nasional di Kabupaten Batang," kata Camat Subah Muhammad Yasin di lapangan, Selasa 11 Februari 2026 .
Desa Clapar ditetapkan sebagai titik awal karena tingkat kerawanan pohon dinilai paling tinggi. Pemangkasan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan petugas dan pengguna jalan.
Tampak nanyak pohon besar memiliki dahan menjorok ke badan jalan. Sejumlah dahan bahkan melintas di atas warung warga dan jalur kabel listrik PLN.
Pada hari pertama, tim menargetkan 15 pohon di lajur utara Desa Clapar. Waktu pelaksanaan ditetapkan pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Medan pekerjaan dinilai cukup berisiko karena ukuran pohon besar dan dekat dengan jaringan listrik.
BACA JUGA: Bupati Batang Bakal Copot Kepala OPD Berapor Merah
BACA JUGA: Periksa Kipas Kapal di Sungai Sambong, Nelayan Tradisional Batang Tewas Tenggelam
“Hingga siang ini, tim sudah berhasil memangkas delapan pohon yang paling rawan menjorok ke jalan,” ujar Muhammad Yasin.
Ia memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur keselamatan. Pemangkasan pohon membahayakan di Pantura Subah melibatkan tim gabungan lintas instansi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: