Jalur Clirit Tegal Ambles, Jaringan Perpipaan Air Minum Terganggu

Jumat 13-02-2026,12:30 WIB
Reporter : Hermas Purwadi
Editor : Laela Nurchayati

SLAWI, diswayjateng.com - Tanjakan Clirit Tegal yang merupakan jalur utama menuju Daerah Tujuan Wisata (DTW) Guci ambles. Selain menghambat  arus lalu lintas serta aktivitas wisatawan dan warga sekitar, juga mematahkan jaringan perpipaan air minum DN 500 milik PDAB. 

Hal ini berdampak berhentinya aliran air pelanggan Perumda Air Minum Tirta Ayu sejak Selasa 10 Frebuari 2026 hingga Jumat (13/2).

Upaya percepatan perbaikan atau pengelasan pipa tersebut terus dilakukan, meski harus was-was terhadap kondisi pergerakan tanah yang masih terjadi dalam hitungan menit  yang dapat  menggeser posisi pipa.

Dirut Perumda Air Minum Tirta Ayu, Nandang Indradani ST didmapingi Direktur Teknik, Mas Hadi Zaeni SE menyatakan, sebenarnya upaya perbaikan jaringan perpipaan dihari  pertama sudah kelar.

"Namun pas mau uji coba aliran, tanah kembali bergerak dan memicu pecahnya pipa transmisi," ujarnnya Jumat (14/2). 

Di hari kedua hal yang sama kembali terjadi. Rampung pengelasan proses penyambungan pipa, dan ujicoba aliran dilakukan, pipa kembali pecah akibat pergeseran tanah.

"Antisipasi untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan, kami melakukan drooping langsung  ke pemukiman sesuai permintaan yang masuk ," terangnya.

Patahan melintang dengan kedalaman 30 hingga 50 centi meter kini memenuhi sepanjang jalan. Kondisi ini membuat kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas, dan berdampak pada percepatan perbaikan pipa transmisi.

"Kondisi ini jelas mengganggu pekerjaan perbaikan pipa transmisi yang menjadi tanggung jawab kami. Rekan rekan dari Divisi Teknik kita terjunkan untuk membantu proses percepatan perbaikan kebocoran pipa untuk membantu rekan-rekan PDAB yang saat ini juga harus berlomba melakukan percerpatan perbaikan jaringan perpipaan di Dawuhan," ungkapnya. 

pipa PDAM merupakan masalah infrastruktur serius akibat pergeseran tanah. Kondisi ini berisiko menyebabkan kebocoran pipa, yang jika terjadi sebelum meteran menjadi tanggung jawab PDAM, sedangkan setelah meteran adalah tanggung jawab pelanggan. Segera laporkan ke PDAM setempat untuk perbaikan. 

Penyebab: pergerakan tanah (ambles) atau erosi internal (piping) yang menggerus partikel tanah di sekitar pipa. Bila alam bersahabat pihaknya menargetkan hari ini pengerjaan pengelasan pipa transmisi bisa diselesaikan. 

Kategori :