Mundur dari PKB, Asip Kholbihi: Saatnya Gus Yusuf Naik Kelas

Minggu 08-02-2026,16:33 WIB
Reporter : Bakti Buwono
Editor : Laela Nurchayati

PEKALONGAN, diswayjateng.com — Mundurnya KH Yusuf Chudlori dari struktur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memunculkan tafsir politik yang lebih luas dari sekadar pergeseran jabatan.

Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi menganalisa langkah tersebut justru menandai fase baru pengabdian Gus Yusuf di level yang lebih strategis, yaitu menuju Nahdlatul Ulama.

Menurut Asip, relasi historis antara Nahdlatul Ulama dan PKB membuat setiap pergerakan kader kunci selalu memiliki dimensi moral dan organisatoris.

“NU itu melahirkan PKB, sehingga PKB secara moral juga bertanggung jawab menyiapkan kader terbaik untuk kepemimpinan ke depan,” kata Asip ditemui di kantornya, Minggu 8 Februari 2026.

BACA JUGA: Fraksi PKB DPRD Tegal Menyusuri Tanah Bergerak di Desa Padasari, Seperti Desa Mati

BACA JUGA: PKB Kota Pekalongan Dukung Pilkada Tidak Langsung, Nusron Singgung Fatwa NU

Dalam kerangka itu, Gus Yusuf dinilai bukan sedang mundur, melainkan dipersiapkan untuk naik kelas.

Asip menilai Gus Yusuf memiliki modal sosial yang jarang dimiliki figur lain di lingkungan NU.

Gus Yusuf merupakan putra KH Chudlori, pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, dengan jaringan santri puluhan ribu yang tersebar di berbagai daerah.

Ia juga merupakan dzuriyah sekaligus menantu keluarga besar Pesantren Ploso Kediri, salah satu episentrum jaringan kultural NU di tingkat nasional.

BACA JUGA: Pilkada Tidak Langsung, Ketua DPC PKB Pekalongan Beri Usul dari Pengalaman Empiris

BACA JUGA: Legislator PKB DPRD Kota Tegal Dorong Solusi Ringankan Tarif Sewa Kios Pemkot

Selain itu, latar belakang Gus Yusuf sebagai alumni Pesantren Lirboyo menjadikannya figur yang komplet dalam lanskap pesantren Jawa.

“Alumni Lirboyo, mantu Ploso, pengasuh Tegalrejo, ini modal sosial yang sangat kuat dan tidak mudah ditemukan,” ujar Asip.

Menurutnya, Gus Yusuf adalah representasi utuh dari kekuatan pesantren yang tidak tercerabut dari realitas sosial dan politik.

Kategori :