"Tiga itu yang menjadi proyek strategis DPUPR,” tegas Endro.
Ia menambahkan bahwa seluruh proyek tersebut akan segera diproses lelangnya.
Endro menargetkan percepatan proses lelang agar pelaksanaan fisik bisa dimulai lebih awal.
Ia menyebut bulan April 2026 sebagai target penting bagi DPUPR Batang.
“Target kita April semua sudah SPK fisik,” katanya.
Target tersebut tidak hanya berlaku untuk proyek strategis.
Menurut Endro, seluruh paket pekerjaan di DPUPR ditargetkan sudah masuk tahap pekerjaan fisik pada April.
Ia berharap rentang waktu Mei hingga September bisa dimanfaatkan maksimal untuk penyelesaian proyek.
“Harapannya Mei sampai September itu sudah clear dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, DPUPR Batang masih menyelesaikan tahapan perencanaan.
Endro menyebut sekitar 20 paket perencanaan sudah ditayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
“Kalau dilihat di LPSE itu perencanaan-perencanaan sudah tayang kurang lebih 20 paket,” jelasnya.
Terkait besaran anggaran, Endro membeberkan nilai pagu untuk tiga proyek prioritas tersebut.
Ia menyebut anggaran pembangunan Jembatan Belo mencapai sekitar Rp9 miliar.
Sementara itu, pembangunan jogging track Saringan atau GOR Sarengat dipatok dengan pagu sekitar Rp3,7 miliar.
Adapun pembangunan Gedung Satpol PP dianggarkan sekitar Rp4,77 miliar lebih.