Yanuar mengalami patah tulang terbuka pada kaki kanan dan patah tulang tertutup pada kaki kiri. Korban luka berat lainnya adalah Sucipto, 47 tahun, warga Kabupaten Semarang, yang mengalami cedera kepala dan akhirnya meninggal.
Keduanya kini dirawat intensif di RSUD Batang. Sementara korban luka ringan dirawat di RS QIM Batang.
Ahmad Chasan Husni, 55 tahun, guru asal Batang, mengalami luka memar di bagian kening. Nur Hamidah, 18 tahun, warga Kabupaten Pekalongan, mengalami patah tulang tertutup pada tangan kiri.
Naifa Nuha Falihah, 18 tahun, juga asal Pekalongan, mengalami luka lecet dan memar pada tangan kiri. Polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Dua saksi yang diperiksa masing-masing berasal dari Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. AKP Eka Hendra menyebut penyelidikan difokuskan pada upaya mengidentifikasi kendaraan yang kabur dari TKP.
Pihak kepolisian juga akan menelusuri rekaman CCTV tol untuk mengungkap identitas kendaraan tersebut. Kasatlantas Polres Batang mengimbau pengemudi untuk selalu menjaga jarak aman, terutama saat berkendara di malam hari.
Menurutnya, kondisi jalan tol yang lengang seringkali membuat pengemudi lengah. Laka tol Batang–Semarang ini menjadi pengingat bahwa kecepatan dan jarak aman adalah faktor krusial keselamatan.
Polisi memastikan penanganan perkara akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.