Ketua RT Ungkap Kegiatan Tiga Pelajar Batang Sebelum Tertabrak Kereta

Ketua RT Ungkap Kegiatan Tiga Pelajar Batang Sebelum Tertabrak Kereta

Yulianto, ketua RT 3 RW 3 Kedungmiri Barat, Kasepuhan, Kabupaten Batang-Disway Jateng/Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.id — Tiga pelajar yang meninggal tertabrak kereta Argo Merbabu ternyata merupakan siswi MTs di wilayah Kasepuhan, Kabupaten BATANG dan masih satu rukun tetangga (RT).

Ketua RT setempat, Yulianto, menuturkan kejadian bermula setelah ketiga anak itu selesai salat subuh, lalu berjalan-jalan di sekitar rel dekat Kalisari yang tidak jauh dari Polsek Batang Kota.

Ia menduga ketiga remaja itu mungkin hendak membuat konten atau sekadar berfoto di dekat rel tanpa menyadari bahaya yang datang dari dua arah kereta.

Menurutnya satu kereta lebih dulu melintas sehingga perhatian anak-anak itu teralihkan, lalu tiba-tiba kereta dari arah lain datang dan menghantam mereka.

BACA JUGA: Selfie di Rel Batang Berujung Maut, Tiga Pelajar Tertemper KA Argo Merbabu

BACA JUGA: Identitas Mayat di Batang Terungkap, Ternyata Nenek Patanah yang Hilang 13 Hari Lalu

“Salah satunya bahkan sempat terseret sampai Dekoro,” ujar Yulianto di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Batang.

Ia memastikan ketiga korban adalah warga RT 3 RW 3 Kedungmiri Barat, Kasepuhan, dan masih duduk di kelas 8 di MTs NU 2 Batang.

Dua korban diketahui memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu, sementara satu korban lain tinggal masih satu gang dengan mereka.

Yulianto menjelaskan kebiasaan berjalan di rel baru terjadi pagi itu selama bulan puasa dan sebelumnya tidak pernah terdengar aktivitas serupa.

BACA JUGA: Stok Darah Rawan, PMI Batang Bakal Datangi Pendonor Jemaah Tarawih

BACA JUGA: Cabai Batang Tembus Rp105 Ribu di Awal Ramadan, Ini Kata Disparperta

Suasana pagi Ramadan di rel kereta dekat GOR Sarengat Batang berubah duka setelah tiga pelajar tewas tertemper KA Argo Merbabu.

Para pelajar itu diduga sedang berswafoto di sekitar jalur kereta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: