Pria Asal Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Kaligenteng Paninggaran Pekalongan
Tim Sar gabungan sedang koordinasi pencarian korban hanyut-Polres Pekalongan -
PEKALONGAN, diswayjateng.com – Seorang pria asal Banjarnegara dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Kaligenteng, Kabupaten PEKALONGAN, Jawa Tengah. Korban diduga hanyut saat berusaha menolong rekannya yang terpeleset ketika memancing, Selasa (3/2/2026).
Peristiwa terjadi di aliran Sungai Kaligenteng, tepatnya di Kedung Siandis, Dukuh Binangun, Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran. Laporan hilangnya korban diterima Polsek Paninggaran dari Kepala Desa Werdi, Lukman.
Hingga berita ini diturunkan, satu orang korban dinyatakan selamat, sementara satu lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Humas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, menyebut korban yang belum ditemukan bernama Mei Leo Idhul Jumno (30), warga Desa Leksana, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara.
"Kami menerima laporan adanya warga yang diduga tenggelam di Sungai Kaligenteng. Kejadian bermula saat salah satu rekan korban terpeleset, lalu korban Leo berusaha menunggu di lokasi untuk membantu, namun saat warga tiba, korban sudah tidak ada di tempat," ujar Ipda Warsito, Selasa (3/2/2026).
Dijelaskan Warsito, peristiwa bermula saat Yunus bersama dua rekannya sedang memancing di Kedung Siandis. Yunus tiba-tiba terpeleset dan terseret arus sungai. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke sebuah batu besar di tengah sungai.
Rekan-rekan Yunus kemudian berlari mencari bantuan dan bertemu dengan korban Leo serta saksi lainnya yang berada sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian. Keenam orang tersebut lalu kembali ke sungai.
"Saat melihat Yunus terjebak di atas batu, saksi lainnya pergi memanggil warga untuk meminta bantuan evakuasi, sementara korban Leo tetap tinggal di lokasi untuk menunggu rekannya. Namun, nahas, saat warga dan saksi kembali ke lokasi, Leo sudah hilang," terang Ipda Warsito.
Hingga kini, Yunus yang merupakan korban selamat masih dalam kondisi syok sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.
Pencarian korban melibatkan personel Polri, TNI, BPBD Kabupaten Pekalongan, tim SAR Paninggaran, serta warga setempat. Namun, upaya penyisiran terpaksa dihentikan sementara.
"Petugas sudah di lapangan dan sudah memberikan pertolongan kepada korban selamat. Namun untuk pencarian korban Leo, saat ini tim gabungan terpaksa menghentikan sementara aktivitas penyisiran," ungkap Warsito.
Penghentian sementara dilakukan karena hujan deras yang mengguyur wilayah Paninggaran, serta kondisi medan sungai yang licin dan berbahaya.
"Mengingat keselamatan petugas dan relawan, pencarian dihentikan sejenak sambil menunggu cuaca mendukung. Anggota Polsek, Koramil, dan BPBD saat ini masih bersiaga di lokasi untuk memantau situasi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: