Polres Batang Minta Orang Tua Waspada Pascakejadian Pelajar Tertabrak Kereta
Kapolres Batang AKBP Veronica bersama Kasatreskrim IPTU Albertus Sudaryono -ist -
BATANG, diswayjateng.id — Peristiwa tiga pelajar remaja meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di perlintasan dekat GOR Sarengat jadi peringatan serius untuk orang tua.
Kapolres Batang AKBP Veronica melalui Kasatreskrim Polres Batang, IPTU Albertus Sudaryono, menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
Ia mengingatkan keselamatan anak-anak bukan hanya tanggung jawab kepolisian tetapi juga tanggung jawab orang tua, kepala desa, RT, dan RW di lingkungan masing-masing.
Ia menyoroti kebiasaan anak-anak berkumpul atau ngabuburit menjelang magrib di lokasi berbahaya seperti rel kereta api yang sering dianggap tempat aman untuk bermain atau membuat konten.
BACA JUGA: Selfie di Rel Batang Berujung Maut, Tiga Pelajar Tertemper KA Argo Merbabu
BACA JUGA: Stok Darah Rawan, PMI Batang Bakal Datangi Pendonor Jemaah Tarawih
“Kami mengimbau orang tua memberi pengawasan ketat dan melarang anak-anak mendekati area berbahaya,” ujar Sudaryono, Sabtu 21 Februari 2026.
Albertus menegaskan rel kereta api bukan tempat bermain karena kereta tidak bisa berhenti mendadak dan jarak pandang sering terbatas.
Ia juga meminta para perangkat desa di wilayah Kabupaten Batang aktif memberikan sosialisasi keselamatan agar warga memahami risiko di sekitar jalur kereta.
Menurutnya kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar tidak ada lagi korban di kemudian hari.
BACA JUGA: Cabai Batang Tembus Rp105 Ribu di Awal Ramadan, Ini Kata Disparperta
BACA JUGA: Fachry Elang Buka Jalan, Pertina Batang Bidik Dua Medali Emas Porprov 2026
Ia menambahkan selama bulan puasa intensitas aktivitas warga di luar rumah meningkat, sementara lalu lintas kereta tetap padat sehingga potensi bahaya makin tinggi.
Keljarga harus menjaga anak-anak agar tidak bermain di jalur rel dan memastikan mereka berada di tempat aman menjelang waktu berbuka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: