Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi menjadi semangat utama dalam membangun Jawa Tengah.
BACA JUGA:Siswa SMP Negeri 2 Tegal Raih Emas POPDA Jawa Tengah
BACA JUGA:Jawa Tengah Raih Opini WTP ke-14 Berturut-turut dari BPK
“Membangun tidak bisa dilakukan sendiri, harus bersama-sama. Together we can, itulah yang saya tanamkan kepada ASN dan kepala daerah, termasuk bersama para ulama dan Forkopimda,” ucapnya.
Ia mengakui, dalam 100 hari pertama, masih banyak hal yang belum maksimal dan menjadi bahan evaluasi.
“Kita harus maksimalkan kembali. Prinsipnya, membangun Jawa Tengah tidak boleh dengan ego sektoral. Harus jelas peran provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ahmad Luthfi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan.
BACA JUGA:Jawa Tengah Targetkan 7.000 Koperasi Merah Putih Terbentuk pada 2025
Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik, keterbukaan informasi, dan menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan secara konkret.
“Seratus hari ini jadi momentum evaluasi awal. Ke depan kita tingkatkan lagi pelayanan dan problem solving di masing-masing wilayah,” tegasnya.