Michael Bambang Hartono Chairman Djarum di Mata Dahlan Iskan: Sosok Filantropis dan Atlet Bridge Berprestasi
Bupati Kudus berikan penghormatan terakhir di depan peti jenazah Michael Bambang Hartono di GOR Djarum Jati Kudus. --
KUDUS, diswayjateng.com - Suasana duka menyelimuti Kabupaten KUDUS atas wafatnya Michael Bambang Hartono, pemilik Djarum Group. Sebab, kepergian almarhum meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak.
Pengusaha senior sekaligus tokoh penting di balik kesuksesan Grup Djarum ini, meninggal dunia di Singapura pada Kamis 19 Maret 2026. Konglomerat kelahiran Kudus ini, tutup usia di umur 86 tahun.
Kabar meninggalnya pengusaha dan pemilik kerajaan bisnis grup Djarum meliputi Rokok Djarum, Bank BCA, pabrik elektronik Polytron dan banyak usaha lainnya, tentu mengejutkan banyak pihak di dunia usaha dan dunia olahraga di tanah air.
Rasa kehilangan itu diungkapkan Dahlan Iskan, Founder disway yang juga mantan Menteri BUMN.
Di mata Dahlan, sosok yang akrab disapa Michael Hartono ini dikenal luas bukan hanya sebagai pengusaha ulung, namun juga sebagai filantropis dan atlet bridge berprestasi.
"Almarhum pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, " ujar Dahlan Iskan.
Dahlan menyebut sosok Bambang Hartono "gila" bridge. Ia mengibaratkan bahwa olahraga otak itu masuk ke tulang sumsum Bambang.
"Suatu saat Bambang pernah menghubungi saya: agar saya mau menjadi ketua umum GABSI --asosiasi olahraga bridge di bawah KONI. Tentu saya tidak mau. Saya bukan orang Manado, " kenang Dahlan.
Namun Bambang tetap saja merayu Dahlan sedemikian rupa. Dahlan mengaku tidak mengerti bridge, namun banyak yang akan membantunya.
"Misalnya TP Rachmat, tokoh bisnis di balik sukses Astra. Kami pun rapat bertiga (Bambang, TP Rachmat dan Dahlan). Secara teknis kan banyak yang bisa bantu," kata Dahlan menirukan ucapan TP Rachmat.
Dahlan memang mengetahui Indonesia memiliki atlet dunia bridge, diantaranya Eddy Manoppo bersaudara dan Bert Toar.
"Mereka juara-juara bridge Indonesia. Bridge-lah olahraga yang bisa membawa Indonesia ke forum dunia --di samping bulutangkis dan belakangan panjat tebing, " tuturnya.
Sebelum jenazah Bambang diberangkatkan di GOR Djarum Jati Kudus, Dahlan sempat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang disemayamkan di Grand Heaven Jakarta.

Ratusan pejabat, pengusaha nasional dan lokal hadir berikan penghormatan kepada jenazah di GOR Djarum Jati Kudus--
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








