Kunjungan Lebaran di Rutan Salatiga, Kesempatan Napi Bisa Menikmati Masakan Rumah

Kunjungan Lebaran di Rutan Salatiga, Kesempatan Napi Bisa Menikmati Masakan Rumah

TANGIS HARU : Tangis hari mewarnai kunjungan keluarga di Rutan Salatiga memanfaatkan momen libur lebaran, Senin 23 Maret 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

SALATIGA, diswayjateng.com - Momen dinanti-nanti para Narapidana (Napi) saat kunjungan keluarga terkhusus di Hari Raya menjadi hal yang langka. 

Bagaimana tidak. Peluk hangat dan isyak tangis para Napi yang menumpahkan rasa maaf kepada keluarga yang ditinggalkan untuk menjalankan hukuman. 

Ini juga dirasakan ratusan Napi atau Warga Binaan (Wabin) Rutan Kelas II B Salatiga pada kesempatan kunjungan  selama dua hari, sejak tanggal 22–23 Maret 2026. 

Ratusan keluarga dari berbagai daerah memadati rutan demi melepas rindu dengan anggota keluarga yang tengah menjalani masa pembinaan, meski masuk secara bergantian. 

BACA JUGA: Di Gedung Merah Putih KPK, Sudewo Ucapkan Selamat Lebaran dan Sampaikan Maaf ke Warga Pati

BACA JUGA: Michael Bambang Hartono Chairman Djarum di Mata Dahlan Iskan: Sosok Filantropis dan Atlet Bridge Berprestasi

Suasana haru tak terbendung saat keluarga dan Wabin saling berpelukan setelah lama berpisah. Banyak di antara mereka yang meneteskan air mata, mengungkapkan rasa rindu yang selama ini terpendam.

"Saya bersyukur, di Hari Raya ini ada keluarga yang berkunjung dan waktu kelonggaran waktu yang diberikan sudah sangat cukup," ungkap M Fil'ard (33) Napi asal Salatiga, Senin 23 Maret 2026. 

Fil'ard yang terjerat kasus narkoba mengaku bahagia, melalui momen kunjungan keluarga ia bisa menikmati masakan rumah yang dibawa keluarganya. 

BACA JUGA: Dari Tayo hingga Dragon Ball, Serunya Penyisihan Festival Balon Udara Pekalongan

BACA JUGA: Pengunjung Lawang Sewu Ditarget Mencapai 60 Ribu Wisatawan pada Libur Lebaran, Midnight Tour Jadi Magnet Baru

"Dengan adanya kunjungan di Hari Raya ini saya bisa menikmati masakan rumah," ujarnya dengan penuh haru. 

Ditempat yang sama, seorang pengunjung asal Semarang Rina mengaku menyambangi saudara yang baru dia bulan di dalam Rutan Salatiga. 

Rina pun bersyukur, kesempatan di Hari Hari pihak Rutan Salatiga memberikan kelonggaran waktu membezuk. 

Ia nengaku, kesempatan berkunjung atau bezuk yang diberikan Rutan Salatiga sangat membantu keluarga melepaskan rindu kepada para Napi. 

BACA JUGA: Wisata Heritage Semarang–Ambarawa Makin Praktis, Satu Paket Jelajahi Lawang Sewu hingga Kereta Wisata

BACA JUGA: Realitas Dunia Peternakan Batang, Satu Dokter Hewan Tangani 4 Juta Ternak

Sementara, petugas Rutan Salatiga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar, sehingga momen kebersamaan ini dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh warga binaan dan keluarga yang datang.



"Pelayanan besukan lebaran ini digelar selama dua hari, bertepatan dengan hari kedua dan ketiga Idul Fitri. Antusiasme tinggi terlihat dari membludaknya jumlah pembesuk yang datang sejak pagi hari," ungkap 
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto.

Anton menjelaskan, dalam pelaksanaannya, besukan dibagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 08.30–11.30 WIB dan 13.00–14.00 WIB. 

BACA JUGA: Menyisakan Kerangka, Mobil SUV Ford Ecosport Ludes Terbakar di Tol Semarang–Solo KM 449+500 Jalur A Tuntang

BACA JUGA: UMKM Dilibatkan, Sekda dan Istri Jadi Among Tamu saat Open House di Rumdin Wali Kota

Setiap warga binaan mendapatkan waktu kunjungan selama 45 menit dengan maksimal lima orang pembesuk dewasa dalam satu kali pertemuan.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada warga binaan, khususnya di momen Hari Raya.

"Kami ingin memastikan warga binaan tetap bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga di hari yang penuh makna ini. Meskipun dalam keterbatasan, momen lebaran harus tetap dirasakan," ujarnya.









Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: