Ayam Panggang Pakis, Sensasi Kuliner Pegunungan Muria yang Diburu Saat Lebaran
Ayam panggang yang disajikan merupakan hasil racikan resep turun-temurun.--
KUDUS, diswayjateng.com - Di kawasan berhawa sejuk lereng Pegunungan Muria , sebuah warung sederhana justru menjadi magnet kuliner yang ramai diserbu pengunjung. Apalagi saat Ramadan hingga libur panjang Lebaran. Waroeng Mbok Tin yang berlokasi di tepi jalan KUDUS - Wisata Religi Makam Sunan Muria ini, menghadirkan sajian khas yang tak biasa. Menu istimewa itu adalah ayam panggang pakis, perpaduan resep tradisional dengan cita rasa lokal pegunungan.
Menu andalan yang tersedia di warung yang berada di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kudus Jawa Tengah ini, bukanlah sekadar olahan biasa.
Ayam panggang yang disajikan merupakan hasil racikan resep turun-temurun. Kemudian dipadukan dengan sajian menuju pecel daun pakis khas lereng Muria.
“Menu favorit di sini ayam panggang pakis. Ini memang kami buat dari resep keluarga, lalu kami kombinasikan dengan pecel pakis yang jadi ciri khas daerah sini,” ujar pemilik Waroeng Mbok Tin, Nofi Mahmud Subarkah pada Sabtu (21/3/2026).

Waroeng Mbok Tin mengusung konsep masakan tradisional terjangkau untuk semua kalangan. --
Keunikan menu ini terletak pada tanaman daun pakis yang tumbuh liar di kawasan pegunungan dengan kondisi lembab.
Daun tersebut dimasak menjadi kuliner pecel yang bercita rasa segar nan menggoda. Karena itu, memberikan sensasi berbeda saat disantap bersama ayam panggang.
Tak hanya soal rasa, Waroeng Mbok Tin juga mengusung konsep masakan tradisional yang terjangkau untuk semua kalangan.
Menu yang disajikan pun cocok untuk dinikmati bersama keluarga, terutama saat momen berkumpul dalam nuansa Lebaran.
“Konsepnya memang masakan tradisional, jadi cocok untuk keluarga. Kita ingin menghadirkan suasana makan yang sederhana tapi berkesan,” ucap Nofi.
Momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini, membawa berkah tersendiri bagi warung tersebut. Dia menyebutkan bahwa terjadi lonjakan penjualan yang cukup signifikan dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah, penjualan meningkat drastis, bisa sampai 200 persen. Untuk ayam panggang pakis saja, dalam sehari bisa terjual lebih dari 100 porsi,” ungkapnya.
Lonjakan tersebut tak lepas dari banyaknya pelanggan yang datang, baik dari wilayah sekitar maupun luar kota.
Pengunjung diketahui berasal dari berbagai daerah di jalur Pantura seperti Jepara, Kudus, Pati hingga Demak. Bahkan, tidak sedikit yang datang dari luar kota demi mencicipi menu khas tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








