Tradisi Basuh Kaki, Momen Haru yang Menutup MPLS di SD Pakintelan
Momen haru mewarnai penutupan MPLS di SD Negeri Pakintelan 01 Semarang.-Dok.-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.id - Suasana haru menyelimuti halaman SD Negeri Pakintelan 01 SEMARANG ketika puluhan murid baru kelas I menundukkan badan di hadapan orang tua mereka. Dengan penuh hormat, kaki ayah dan ibu dibasuh menggunakan air yang telah dicampur bunga mawar sebagai penutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Melalui prosesi itu, nilai penghormatan kepada orang tua, permohonan doa restu, serta pendidikan karakter ditanamkan sejak hari pertama anak memasuki bangku sekolah dasar.
Sebanyak 28 siswa baru mengikuti prosesi yang telah dilaksanakan secara rutin selama tiga tahun terakhir di SD Negeri Pakintelan 01 Semarang.
Kegiatan itu dipersiapkan sepenuhnya oleh pihak sekolah, mulai dari baskom, air hingga bunga yang digunakan selama prosesi berlangsung.
BACA JUGA:Anggaran Konsultan Proyek Fisik Kota Tegal Dikritik DPRD, Ini Jawaban Wali Kota
BACA JUGA:Kuasa Hukum Kasus Ayah Rudapaksa Anak di Grobogan Desak Polisi Segera Tuntaskan Perkara
Basuh Kaki Menjadi Simbol Memohon Restu Orang Tua
Kepala SD Negeri Pakintelan 01 Semarang Siti Rosidah menjelaskan, tradisi tersebut dipilih sebagai penutup MPLS karena diyakini mampu mengajarkan anak menghormati orang tua sekaligus memohon doa sebelum memulai perjalanan pendidikan.
"Di dalam kegiatan MPLS yang terakhir itu kita mengadakan kegiatan basuh kaki dengan maksud anak-anak kelas 1 meminta doa kepada orang tua supaya masuk di SD Pakintelan 01 anak-anak bisa belajar dengan lancar dan mendapat ilmu yang bermanfaat," ujarnya kepada Diswayjateng.id, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, prosesi itu juga menjadi momentum bagi orang tua untuk menyerahkan sekaligus mendoakan putra-putrinya selama menempuh pendidikan di sekolah.
"Orang tua juga memberikan doa kepada anak-anaknya untuk menitipkan putra-putrinya di SD Pakintelan 01 supaya mendapatkan ilmu yang bermanfaat," ujar Siti.
Pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga doa dan dukungan keluarga.
Air dan Bunga Memiliki Filosofi Mendalam
Prosesi basuh kaki dilakukan menggunakan air yang telah dicampur bunga mawar. Seluruh perlengkapan disediakan oleh sekolah agar prosesi berlangsung khidmat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



