Tradisi Basuh Kaki, Momen Haru yang Menutup MPLS di SD Pakintelan

Tradisi Basuh Kaki, Momen Haru yang Menutup MPLS di SD Pakintelan

Momen haru mewarnai penutupan MPLS di SD Negeri Pakintelan 01 Semarang.-Dok.-Wahyu Sulistiyawan

 

Materi mengenai pencegahan perundungan atau bullying juga diberikan kepada seluruh peserta MPLS.

Guru menjelaskan bentuk-bentuk perilaku yang tidak boleh dilakukan kepada teman sebaya. 

 

Materi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga simulasi yang diperagakan oleh siswa kelas atas agar lebih mudah dipahami murid baru. 

 

"Itu juga disampaikan kepada anak-anak. Mengatasinya ya mengadakan simulasi juga, praktik anak yang kelas tinggi seperti ini, bahwa kalau anak-anak bertengkar atau melakukan hal-hal yang kurang baik itu tidak benar," katanya. 

 

Pendekatan praktik dipilih agar siswa mampu memahami perilaku yang benar sejak awal memasuki dunia sekolah. 

 

Harapan Sekolah: Anak Nyaman dan Siap Belajar 

 

Setelah seluruh rangkaian MPLS selesai dilaksanakan, sekolah berharap seluruh siswa baru telah mengenal lingkungan sekolah sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman. 

 

Guru, ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga budaya saling menghormati telah diperkenalkan selama lima hari kegiatan. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait