Didemo Ratusan Warga, Kepala Desa Benda Mengundurkan Diri

Didemo Ratusan Warga, Kepala Desa Benda Mengundurkan Diri

Kepala Desa Benda Baitsul Amri menandatangani dan membacakan pernyataan terkait pengunduran diri setelah didesak oleh ratusan warga.-Teguh Supriyanto-

SIRAMPOG, diswayjateng.id – Kepala Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Baitsul Amri, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya setelah ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Benda, Senin 5 Januari 2026. Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan langsung di hadapan massa aksi.

Pengunduran diri disampaikan secara tertulis dan dibacakan oleh Baitsul Amri di tengah aksi unjuk rasa yang telah berlangsung sejak pagi. Setelah pernyataan tersebut dibacakan, suasana di lokasi berubah dari tegang menjadi sorak-sorai dan takbir warga sebagai bentuk kelegaan karena tuntutan utama akhirnya dipenuhi.

Sejak awal aksi, massa bersikukuh menuntut Baitsul Amri melepaskan jabatan kepala desa. Warga menilai berbagai persoalan yang muncul selama masa kepemimpinannya tidak pernah terselesaikan. Dalam orasi dan pernyataan sikap, warga menyampaikan bahwa kepala desa dinilai telah mengecewakan kepercayaan masyarakat.

BACA JUGA:Terbukti Korupsi APBDes Saat Menjabat, Kades Cangkring Divonis Setahun Penjara

BACA JUGA:Kasus Dugaan Perselingkuhan Kades Bedono, Keluarga FT: Pak Kades Masih Kerabat

Sejumlah persoalan disorot warga, mulai dari pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Dana Desa, penggunaan kendaraan operasional desa, hingga konflik pribadi dengan sejumlah warga.

Koordinator aksi, Imadudin, menuding adanya ketidakjelasan setoran PBB yang telah dibayarkan masyarakat. 

“PBB warga sudah dibayar, ternyata tidak disetor ke pemerintah, entah ke mana,” kata Imadudin.

Aksi protes warga Desa Benda digelar dengan tajuk “bersih-bersih balai desa” sebagai bentuk kekecewaan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. Massa sebelumnya berkumpul di pertigaan Desa Benda, ruas jalan provinsi Bumiayu–Sirampog, sebelum bergerak menuju Balai Desa untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

BACA JUGA:ADD Kabupaten Tegal 2026 Dikurangi Rp17 Miliar, Siltap Kades Terancam Anjlok

BACA JUGA:Mantan Kades Kreman Kabupaten Tegal Resmi Ditahan

Selain persoalan PBB dan Dana Desa, perwakilan pemuda Karang Taruna juga menyampaikan aspirasi terkait belum adanya alokasi anggaran yang diterima selama ini. Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI.

Di hadapan massa, Baitsul Amri menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengakui keterbatasannya selama menjabat sebagai kepala desa. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: