Banjir Rob di Demak Tak Kunjung Surut, Pelajar Kesulitan Berangkat ke Sekolah

Personel Ditpolairud Polda Jateng antar jemput sekolah dengan perahu karet. -arief pramono/diswayjateng.id-
DEMAK, diswayjateng.id- Bencana banjir rob merendam sejumkah desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang makin parah dalam sebulan ini. Praktis, bencana ini mengakibatkan aktifitas warga dan kegiatan belajar mengajar di sekolah terganggu.
Selama banjir rob melanda, anak-anak yang rumahnya terendam banjir hampir setengah meter ini kesulitan berangkat dan pulang sekolah. Mereka harus menerjang ketinggian air, hingga mengakibatkan seragam, sepatu dan buku pelajaran basah.
Merespon penderitaan warga dan anak-anak sekolah di Sayung, personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah turun tangan.
Mereka membantu anak-anak di wilayah terdampak banjir. Yakni di Dusun Lengkong, Desa Sayung. Mengandalkan perahu karet dan truk polisi, para personel Ditpolairud mengevakuasi dan mengantar jemput para pelajar agar tetap bisa bersekolah bersekolah.
Aksi ini dilakukan Unit 4 Siaga SAR Ditpolairud Polda Jateng pada sejak Selasa (26/5/2025). Sebanyak 17 personel dikerahkan dengan perlengkapan lengkap, mulai dari pelampung, helm, hingga dua unit perahu karet bermesin.
“Sejak pagi kami sudah melakukan koordinasi dengan Polsek Sayung,” ujar Kepala Tim Unit 4 Siaga SAR, Iptu Abdul Latif Ibrahim di lokasi.
Selanjutnya tim dengan peralatan evakuasi lengkap, menuju lokasi dan mengangkut anak-anak sekolah menggunakan perahu karet dan truk. Tentunya agar mereka tetap bisa berssekolah, meski lingkungan tempat tinggal mereka tergenang banjir.
Selain menumpang perahu, aparat Ditpolairud Polda Jateng juga tampak menggendong sejumlah anak melewati genangan air yang dangkal.
Aksi ini disambut gembira warga Desa Sayung yang berbatasan dengan Kota Semarang. Warga merasa terbantu saat menyeberang dan beraktifitas melintasi lokasi yang terdampak banjir.
Direktur Polairud Polda Jateng, Kombes Pol Hariadi menyebut, aksi kemanusiaan ini untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap bisa mengakses pendidikan meski dalam situasi sulit.
“Kami hadir bukan hanya untuk penegakan hukum di wilayah perairan, tetapi juga menjawab kebutuhan kemanusiaan. Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Tugas kita bersama memastikan mereka tetap bisa sekolah, apapun kondisinya,” ujar Hariadi.
Siapkan Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan
Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin meninjau proyek pembangunan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan, Kota Semarang pada Selasa (27/5/2025).
Ahmad Lutfhi mengaku sudah mengecek kondisi kolam retensi yang berada di wilayah eks Terminal Terboyo seluas 189 hektare. Kolam ini mampu menampung 6 juta kubik air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: