Jalan Gang Becek dan Licin, Warga Slerok Kota Tegal Minta Segera Dipaving

Jalan Gang Becek dan Licin, Warga Slerok Kota Tegal Minta Segera Dipaving

MUSRENBANGKEL SLEROK - Plt Lurah Slerok bersama Kasi Pelayanan Masyarakat Kecamatan, Anggota DPRD Kota Tegal Dapil Tegal Timur, LPMK, dan Babinsa setelah acara Musrenbangkel.--

TEGAL, diswayjateng.com - Hujan belum tentu deras. Tapi cukup untuk membuat warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, geleng-geleng kepala. Jalan Setiaki 1 dan 3, RT 1 RW 5, langsung berubah wajahnya begitu air turun. Jalan gang becek dan licin. 

Tidak ramah bagi pejalan kaki. Juga bagi pengendara motor. Kondisi serupa terjadi di RT 2, 3, dan 4 RW 1. Jalan lingkungan yang seharusnya jadi urat nadi, justru sering jadi sumber khawatir.

Warga sudah lama bersabar. Namun, sabar juga ada batasnya. Maka permintaan pun mengerucut: jalan dipaving. Cukup kurang dari tiga meter.

Inilah yang menjadi usulan prioritas teratas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Kelurahan Slerok Tahun 2026. Digelar di Pendapa Kelurahan Slerok, yang bukan sekadar tempat untuk berkumpul. Namun, tempat menumpahkan harapan.

Musrenbangkel tersebut dihadiri pejabat penting. Ada Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat Kecamatan Tegal Timur Amin Suseno. Juga Anggota DPRD Kota Tegal Dapil Tegal Timur: Amiruddin, Arie Prima Setyoko, dan Ratna Edy Suripno.

Lengkap dengan Ketua LPMK Sodik Gagang yang juga mantan anggota dewan, para ketua RW, RT, PKK, kader kesehatan, BKM, hingga Koperasi Merah Putih.

Seperti kelurahan lain, aspirasi warga Kelurahan Slerok sebenarnya banyak. Semuanya penting. Semuanya mendesak. Namun, tetap harus dipilih. Karena anggaran tidak bisa dipaksa memenuhi semua.

Maka sejak awal sudah digelar Pra-Musrenbang, di tingkat RW. Di sanalah warga berembug. Untuk menyepakati mana yang lebih dulu. Diskusi panjang. Pertimbangan kondisi lapangan.

Akhirnya disepakati: Dari enam RW dan 46 RT, total terkumpul enam usulan fisik dan empat nonfisik, yang ditegaskan kembali dalam Musrenbangkel. Prioritas pertama jatuh ke RW 5. Menyusul RW 1. Yang sama-sama mengusulkan pavingisisasi.

RW 5 sama sekali belum dipaving, jalannya masih tanah. Sedangkan RW 1 kondisi paving sudah lama rusak. Padahal, ini merupakan jalan akses penting warga.

Jalan ini dilewati setiap hari. Anak sekolah. Orang berangkat kerja. Pedagang kecil. Kalau hujan, semua harus ekstra hati-hati. Usulan prioritas berikutnya, rekontruksi Jalan Antasena di RW 3. Saat ini, jalanannya sudah terlalu rendah.

Kondisi jalan rendah juga ada di Jalan Nakula. Gang 1, 7, RT 3. Gang 12, 13, RT 9. Jika hujan, terlalu banjir. Di Jalan Sumbodro, ada saluran air hujan terlalu dangkal. Sehingga, menghambat aliran air yang melalui saluran air tersebut.

Menggenang dalam saluran. Usulnya, pavingisasi dan saluran. Di Gang 4 RT 3 RW 4. Saluran air juga tidak lancar di Jalan Antareja RT 2 RW 2. Peningkatan saluran jadi usulan. Tak berhenti di fisik.

Warga juga mengusulkan kegiatan non fisik. Apa saja? Antara lain pembekalan penanganan sampah, pelatihan komputer. Pelatihan pasca panen hasil peternakan, dan penyediaan alat bantu bagi disabilitas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait