Ikhtiar Menepis Nipah, Sebelum Sakit Menyapa

Ikhtiar Menepis Nipah, Sebelum Sakit Menyapa

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi -Disway Jateng/Bakti Buwono-

BATANG, diswayjateng.com - Isu virus Nipah mencuat dan membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Batang angkat bicara sola.potensi ancaman penyakit menular berbahaya ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Ida Susilaksmi, memastikan hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah, baik di Batang maupun di Indonesia.

“Di Batang belum ada, bahkan di Indonesia sampai saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah pada manusia,” kata dr. Ida saat diwawancarai, Jumat 6 Februari 2026.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena Indonesia merupakan wilayah yang memiliki populasi kelelawar buah, inang alami virus Nipah.

BACA JUGA: Nelayan Batang Tak Bisa Melaut, Bupati Salurkan Cadangan Pangan hingga Bahas PPN

BACA JUGA: Cegah Virus Nipah Masuk Jateng, Bandara Ahmad Yani Perketat Skrining Penumpang Internasional

Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis, yakni virus yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“Penularannya berasal dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alaminya,” jelas dr. Ida.

Virus ini dapat berpindah dari kelelawar ke hewan lain, lalu menular ke manusia melalui berbagai jalur.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang memastikan langkah edukasi dan sosialisasi telah dilakukan hingga ke fasilitas kesehatan tingkat bawah.

BACA JUGA: Virus Nipah Mengintai Asia, Semarang Siaga Dini Meski Nol Kasus di Indonesia

BACA JUGA: Ratusan Kapal Kandas, Ini Cerita Nelayan Batang Tak Bisa Melaut Saat Musim Baratan Ekstrem

“Sosialisasi sudah kami lakukan, media promosinya juga sudah dibuat untuk edukasi masyarakat,” ujar dr. Ida.

Selain itu, Dinas Kesehatan Batang telah menerima surat edaran resmi dari Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan dini virus Nipah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: