Menteri PU Apresiasi Proyek Pembangunan Underpass Joglo Solo yang Hampir Rampung

Menteri PU Apresiasi Proyek Pembangunan Underpass Joglo Solo yang Hampir Rampung

Proyek pembangunan Underpass di Solo yang sudah selesai 97 persen. -istimewa-

SOLO, diswayjateng.id -- Proyek pembangunan Underpass Joglo di SOLO sudah selesai hampir 87 persen. Proyek tersebut ditargetkan akan selesai pada 20 Desember 2024. Sementara, percepatan fungsional akan dimulai pada 10 Desember 2024. 

Proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksananan Jalan Nasional Jawa Tengah - DI. Yogyakarta tahun 2023-2024. 

Proyek ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan di kawasan Simpang Joglo, salah satu titik lalu lintas tersibuk di kota Solo.

"Begitu sudah siap akan kita cek ulang, ada tim uji laik setelah itu baru kita haturkan ke pak Presiden dan Wakil Presiden, jika beliau berkenan bisa segera kita resmikan dan segera bisa berfungsi. Namun meskipun belum diresmikan bisa difungsikan atau soft opening," ujar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, Sabtu 16 November 2024, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Underpass Joglo. 

BACA JUGA:Tidak Hanya Beri Pelatihan Keterampilan, Program CSR BRI juga Bantu Modal Usaha

BACA JUGA:Ikut Blusukan Paslon Pilkada Solo Respati-Astrid, Kaesang Yakin Calonnya akan Menang

Menteri Dody mengatakan Kementerian PU selalu berkoodinasi dengan PT KAI terkait hal-hal teknis yang berkaitan dengan pembangunan underpass yang berada di bawah lokasi proyek elevated rail kereta api. 

Pembangunan Underpass Joglo menelan anggaran sebesar Rp284,7 miliar dari dana APBN. Total panjang penanganannya 1.025 meter termasuk struktur underpass yang panjangnya 450 meter dengan lebar 18,3 meter. 

Berdasarkan perhitungan dari feasibility study, Underpass Joglo ini nantinya akan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kelancaran lalu lintas di kawasan Simpang Joglo.

Dengan adanya underpass ini, waktu tempuh kendaraan di lokasi ini yang sebelumnya memakan waktu rata-rata 5,12 menit dapat dipangkas menjadi hanya 0,6 menit, sehingga terjadi penghematan waktu perjalanan hingga 89%.

BACA JUGA:Investasi Sukuk Tabungan ST013 Lebih Mudah Pakai BRImo

BACA JUGA:Over Kapasitas Rutan Kelas I Solo Perlu Dipindah, Pembangunan Gedung Baru Rampung 55 Persen

Selain itu, kecepatan rata-rata kendaraan yang sebelumnya hanya 15 km/jam akan meningkat drastis menjadi 50 km/jam, atau tiga kali lebih cepat dari kondisi awal.

Efisiensi ini juga berdampak pada pengurangan biaya operasional kendaraan, yang semula mencapai Rp8,61 juta per jam menjadi Rp5,33 juta per jam, sehingga terdapat penghematan biaya hingga Rp3,27 juta per jam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: