Catat! Lakukan 3M Plus untuk Berantas Nyamuk, Bukan Fogging

Catat! Lakukan 3M Plus untuk Berantas Nyamuk, Bukan Fogging

TIDAK UTAMA - Fogging bukan hal yang utama untuk memberantas nyamuk, namun 3M plus.Foto:M Ridwan/diswayjateng.disway.id--

DISWAYJATENG, PEMALANG - Masyarakat diminta untuk melakukan tindakan  menguras, mengubur dan menutup (3M) plus dan menggunakan pelindung klambu atau lotion. Hal itu karena masih berlangsungnya musim penghujan di awal Juli ini. Hal itu karena kasus DBD mengalami penambahan cukup besar dibandingkan tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten  Pemalang dr Yulies Nuraya menyebutkan, saat ini kasus DBD naik angkanya sama seperti keseluruhan kasus di 2023 bahkan lebih. Hal ini karena kurangnya kesadaran dan keprihatinan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka, dengan membasmi sarang nyamuk salah satunya melaksanakan 3M plus.

BACA JUGA:Komisi I DPRD Kota Tegal Panggil KPU dan Bawaslu

“Masyarakat kurang perhatian dengan lingkungan mereka, jadi kasus DBD bertambah. Jadi mohon melaksanakan 3M plus untuk memberantas sarang nyamuk,” jelasnya.

Yulies menyampaikan, data di Dinkes hingga Akhir Juni 2024 kemarin, total ada 54 kasus positif DBD atau jika dibandingkan 2023 lebih tinggi empat kasus di tahun ini. Sebab, dengan kondisi iklim pergantian musim penghujan ke kemarau saat ini membuat nyamuk terutama Aedes Aegypti lebih cepat berkembang biak.

BACA JUGA:13 Anak di Kota Tegal Ajukan Surat Rekomendasi Perkawinan

"Walaupun belum ada catatan kasus korban meninggal dunia karena DBD, masyarakat tidak mengandalkan fogging", terang Yulies.

Sebenarnya, fogging juga berbahaya untuk manusia, jika terpapar terlalu banyak dapat menyebabkan penyakit lain. Seperti gangguan pernafasan. Jadi upayakan dengan 3M plus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: