Harga Cabai di Pasaran Naik, Petani di Kabupaten Tegal Malah Rugi

Harga Cabai di Pasaran Naik, Petani di Kabupaten Tegal Malah Rugi

PETIK CABAI - Yon, petani cabai di Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna saat memetik cabai yang membusuk.Foto:Agus Pratikno/jateng.disway.id--

DISWAYJATENG, SLAWI - Harga cabai keriting dan rawit di Kabupaten Tegal mengalami kenaikan. Kenaikan ini, tidak menjadikan petani sumringah. Mereka justru tepok jidat karena mengalami kerugian yang sangat besar.

"Walaupun harganya naik, tapi saya justru rugi," kata Yon, 54, petani cabai keriting dan rawit di Desa Harjosari Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Dia menuturkan, harga cabai keriting di tingkat petani saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram, dari sebelumnya cuma Rp25.000 per kilogram.

BACA JUGA:Personel Satsamapta Polres Tegal Asah Ulang Power on Hand Pengendali Massa

Sedangkan cabai rawit di tingkat petani Rp80.000 per kilogram, dari sebelumnya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogramnya.

Menurutnya, kenapa harga cabai mahal, karena hasil produksi mengalami penurunan. Biasanya, Yon mengaku bisa panen hingga 500 kilogram dengan luas lahan lebih dari setengah hektare. 

Namun saat ini, hanya bisa panen sekitar 200 kilogram dengan luas lahan yang sama.

BACA JUGA:Harga Cabai, Bawang hingga Daging Ayam Naik, Tomat Turun di Kabupaten Tegal

Penyebab penurunan itu karena cuacanya buruk. Sehingga menimbulkan hama yang merusak tanaman cabai. Hama itu bernama virus mini. Imbas diserang virus mini, hasil produksi anjlog sekitar 70 persen.

"Itulah kenapa saya rugi. Tanaman cabai saya diserang virus mini. Saya rugi sekitar Rp100 jutaan untuk luas lahan setengah hektare lebih," kata Yon, yang berdomisili di depan Pasar Trayeman, Kecamatan Slawi.

Walau merugi, Yon mengaku tidak ada kompensasi dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, pihaknya juga tidak mendapatkan asuransi.

BACA JUGA:SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal Adakan Tes Rekrutmen PT CNK

Rencananya, Yon tidak akan menanam cabai lagi selama cuacanya belum stabil. 

"(Tanamnya) Nanti sajalah. Nunggu virusnya hilang dulu. Karena menanam cabai modalnya besar. Totalnya bisa sampai Rp100 jutaan," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: