Banser NU Hingga Komunitas Hindu Ikut Mengamankan, Visualisasi Sengsara Yesus Refleksi Besarnya Pengorbanan

Banser NU Hingga Komunitas Hindu Ikut Mengamankan, Visualisasi Sengsara Yesus Refleksi Besarnya Pengorbanan

MEMPERINGATI : Visualisasi kisah sengsara Yesus dalam rangka memperingati Jumat Agung di Kabupaten Klaten, Jumat 3 April 2026. Foto : Erna Yunus Basri--

KLATEN, diswayjateng.com - Visualisasi kisah sengsara Yesus dalam rangka memperingati Jumat Agung, menjadi sorotan masyarakat Klaten, Jum'at 3 April 2026. 

Terlihat pula dalam kegiatan Visualisasi kisah sengsara Yesus, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari Nahdlatul Ulama (NU), Jagabaya dari komunitas Hindu serta relawan setempat di Kebonarum ikut mengamankan kegiatan sakral tersebut. 

Diikuti Umat Katolik di Kabupaten Klaten itu, Visualisasi kisah sengsara Yesus ini diselenggarakan Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Kebonarum

Menempuh jarak sekitar 9 kilometer, 
Visualisasi dimulai dari Kapel Somokaton menuju Gereja Paroki Roh Kudus Kebonarum. 

BACA JUGA: Jalan Salib Kolosal di Semarang, 50 Pemeran Hidupkan Sengsara Yesus Secara Dramatis

BACA JUGA: Libatkan 5 Kendaraan, Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang–Solo KM 478 Boyolali Sebabkan Seorang Tewas di TKP

Dari pantauan, Visualisasi kisah sengsara Yesus menggambarkan penderitaan yang dialami sebelum penyaliban.

Sepanjang perjalanan, pemeran Yesus Kristus berjalan tertatih sambil memanggul salib.


Ratusan umat mengikuti prosesi ini dengan khidmat. Secara bergantian, mereka turut membantu pemeran Yesus agar tetap kuat menyelesaikan perjalanan hingga garis akhir. 

Seluruh rangkaian Visualisasi kisah sengsara Yesus ini, menjadi sarana refleksi bagi umat untuk merenungkan besarnya pengorbanan Kristus bagi keselamatan manusia.

BACA JUGA: Amankan Perayaan Paskah 2026, Polres Semarang Kerahkan 377 Personelnya

BACA JUGA: Kebakaran SMKN 5 Semarang Hanguskan 36 Komputer, Dua Laboratorium Rusak Parah

"visualisasi ini bertujuan mengajak umat kembali merasakan dan memahami makna pengorbanan Kristus," kata Pastur Paroki Roh Kudus Kebonarum, FX Krisno Handoyo, di tengah kegiatan. 

Ia mengatakan, melalui Visualisasi kisah sengsara Yesus dengan menempuh perjalanan kurang lebih 9 kilometer mengajak umat menyadari bahwa penderitaan yang seharusnya ditanggung manusia, telah ditebus oleh kasih Tuhan. 
"Sehingga umat memperoleh keselamatan," terangnya. 


Lebih jauh Pastur FX Krisno Handoyo menambahkan, demi menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera melalui Visualisasi ini umat diajak merenungkan sekaligus mengimplementasikan nilai pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA JUGA: Pelajar Penolak MBG Bikin Heboh, SMK NU Miftachul Falah Kudus Bongkar Kepribadian Siswanya

BACA JUGA: Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Penumpang KA di Stasiun Pekalongan Tembus 135 Ribu

Di tempat yang sama, Koordinator Visualisasi, Hadi Susanto, menerangkan, pelaksanaan visualisasi yang melibatkan 40 orang tersebut mencerminkan nilai moderasi beragama di Klaten.

Yang menarik, unsur-unsur dari agama lain seperti Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari Nahdlatul Ulama, Jagabaya dari komunitas Hindu serta relawan setempat di Kebonarum ikut mengamankan kegiatan sakral tersebut. 

Visualisasi kisah sengsara Yesus ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian ibadah Jumat Agung, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

"Keterlibatan berbagai unsur dalam pengamanan rangkaian Paska menjadi bukti nyata toleransi dan kerja sama antarumat beragama di Klaten berjalan dengan baik," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait