Rakor Kota Sehat Salatiga, Tiga Dinas Masuk Radar Skor Penilaian Belum Mencukupi

Rakor Kota Sehat Salatiga, Tiga Dinas Masuk Radar Skor Penilaian Belum Mencukupi

MEMIMPIN : Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin memimpin Rapat Koordinasi Kota Sehat di Ruang Kalitaman, Jumat 14 Maret 2025. Foto : Its/ Nena Rna Basri : --

SALATIGA, diswayjateng.id - Tiga Dinas di lingkungan Pemkot Salatiga masuk dalam radar dengan skor penilaian belum mencukupi menuju Kota Sehat.


Hal ini terungkap saat Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin memimpin Rapat Koordinasi Kota Sehat diselenggarakan Dinas Kesehatan selaku Koordinator Kota Sehat, di Ruang Kalitaman, Jumat 14 Maret 2025.

Rakor Kota Sehat diikuti seluruh Kepala Dinas di lingkungan Pemkot Salatiga.

Ada pun, 3 OPD dengan skor yang masih kurang yaitu Dinas Perdagangan, Dinperkim, dan BPBD Kota Salatiga. 

BACA JUGA: Gelar Manajemen Kasus Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Tegal 

BACA JUGA: Gas 3Kg Meledak, Kios Bakso Utomo Salatiga Kebakaran Dua Karyawan Alami Luka Bakar

"Kota Sehat merupakan tanggungjawab kita bersama. Sehingga diperlukan kerjasama setiap pihak, khususnya 3 OPD dengan skor yang masih kurang yaitu Dinas Perdagangan, Dinperkim, dan BPBD. Paling tidak mencapai 85%," kata Nina Agustin.

Terkait OPD di lingkungan Pemkot Salatiga dengan skor penilaian Kota Sehat belum mencukupi, ia mengimbau untuk segera melakukan perbaikan.

Bagi OPD yang belum mencukupi untuk terus mengupayakan perbaikan serta mencukupi persyaratan yang disyaratkan. 

BACA JUGA: Kuras APBD Demi Infrastruktur, Sudewo: Perbaikan Jalan di Pati Tak Bisa Ditunda Lagi

BACA JUGA: Ramadan 2025, Kantor Imigrasi Pemalang Santuni Anak Yatim dan Bagi Takjil di Depan Kantor

Ia menegaskan, Rakor Kota Sehat merupakan salah satu rangkaian kegiatan penilaian kota sehat tahun 2025.

"Kelembagaan Kota Sehat didefinisikan sebagai perwujudan kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dihuni, sehingga predikat kota sehat merupakan hal yang penting sebagai salah satu wujud hasil pembangunan kota untuk masyarakat," ungkapnya.

Sebagai informasi, Kota Salatiga pernah beberapa kali meraih predikat Kota Sehat antara lain di tahun 2009 dengan predikat Swastisaba Padapa, tahun 2011 dengan predikat Swastisaba Wiwerda, dan tahun 2013 dengan predikat Swastisaba Wistara. 

BACA JUGA: Ratusan Kendaraan Dinas di Polres Tegal Siap Diterjunkan dalam Operasi Ketupat Candi 

BACA JUGA: Kapolres Batang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Arus Mudik 2025

Sedangkan pada tahun 2023, Kota Salatiga juga kembali mengajukan penilaian namun belum memenuhi syarat. Pada tahun 2025 ini, Kota Salatiga kembali mempersiapkan diri untuk mengajukan penilaian Kota Sehat.

Dalam arahannya, Nina mengimbau kepada seluruh OPD yang terkait untuk meninjau kembali persiapan yang sudah ada.

Sementara sebagai OPD yang masuk radar skor belum mencukupi, Kepala Dinas Perdagangan, Kusumo Aji, menyebutkan adanya kendala dalam pengelolaan pasar. 

BACA JUGA: Bupati Grobogan Apresiasi Kerja Keras Lintas Sektoral di tengah Kesibukan Ramadan 1446 H

BACA JUGA: Jaga Stabilitas Harga Sambut IdulFitri 1446 H, Bupati Grobogan Minta Dinas Terkait Lakukan Ini

Ia mengungkapkan, dari 16 pasar di Salatiga sebagian besar dikelola oleh pihak ketiga.
"Sehingga cukup sulit untuk pemerintah dalam intervensi pengelolaannya. Kalau pasar yang dikelola pemerintah seperti Pasar Rejosari, kami yakin sudah memenuhi syarat semua termasuk adanya ruang laktasi, dan juga pengelolaan sampah," lapar Aji.

Meski pasar yang dikelola pihak ketiga menjadi kendala, namun Dinas Perdagangan telah mengupayakan dengan menyediakan TPS yang memadahi sebagai sarana pengelolaan sampah.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal Dialokasikan Rp3,19 Miliar 

BACA JUGA: Gandeng Media, Kapolres Batang Bagi Takjil hingga Gelar Buka Puasa Bersama, Ini Pesannya

Ditambahkan Ketua Tim KKS Marhadi, pertemuan ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan OPD terkait disertai data dan bukti pendukung untuk dikumpulkan.

"Akan diadakan pertemuan yang lebih fokus dengan OPD sehingga skor penilaian dapat dicapai," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: