Potensi Wisata Mayong Jepara Layak Dieksplor
Bupati Jepara hadir di Balai Desa Rajekwesi Kecamatan Mayong saat program ngantor di desa--
JEPARA, diswayjateng.id- Pemkab JEPARA tetap melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa di tengah cuaca ekstrim yang melanda di wilayah setempat. Kali ini, Bupati JEPARA hadir di Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong.
Bupati Witiarso Utomo bersama Wabup Ibnu Hajar dan kepala organisasi perangkat daerah hadir membaur bersama masyarakat Desa Rajekwesi.
Camat Mayong Taufik mengatakan, agenda Bupati Ngantor di Desa ini mengusung tema branding wisata. Diantaranya Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Bung Topan, industri kreatif dan budaya sebagai pengembangan pariwisata di Mayong.
Pengembangan wisata di Kecamatan Mayong, kata Taufik, meliputi kerajinan gerabah dan wisata budaya. Diantaranya situs Ari-ari Kartini, edu wisata di Ngroto Wisata Tengah Sawah.
Obyek edu wisata ini meliputi aktivitas menanam padi, river tubing hingga outbond. Selanjutnya wisata religi di Pancur berupa situs Sendang Pancuran hingga Makam Syekh Baladah.
"Seluruh potensi di wilayah Mayong akan kami integrasikan menjadi wisata religi, alam, dan edukasi untuk semua segmen,” tukas Taufik. 
Agenda Bupati Ngantor di desa mengusung tema branding wisata.--
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Hery Yulianto menambahkan, Kecamatan Mayong mendapatkan alokasi anggaran perbaikan infrastruktur jalan pada sejumlah ruas pada tahun 2026.
Adapun anggaran per ruas jalan tersebut meliputi Pendangpete ke Buaran sebesar Rp4,1 miliar. Selanjutnya Mayong ke Jebol Rp1,3 miliar.
Kemudian Damarjati ke Datar Rp4,3 miliar, Jebol ke Datar sebesar Rp6,4 miliar, Datar ke Pancur sebesar Rp3,3 miliar, Pancur ke Rajekwesi sebesar Rp2,4 miliar.
Pemkab Jepara juga mengupayakan anggaran Inpres Jalan Daerah dari pemerintah pusat serta bantuan provinsi.
“Pembangunan drainase baru masih terbatas. Sementara program klinik jalan se-Kabupaten Jepara menggunakan APBD dengan alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp2 miliar,” imbuhnya.
Bupati Witiarso Utomo menegaskan, kondisi cuaca tidak mengurangi semangat dalam melayani masyarakat Jepara.
“Meskipun suasananya hujan, tapi semangatnya luar biasa,” tukas Witiarso.
Program Bupati Ngantor di Desa, diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: