Pengrajin Gaun Gamis Jepara Resah Kesulitan Tenaga Jahit dan Pemasaran

Pengrajin Gaun Gamis Jepara Resah Kesulitan Tenaga Jahit dan Pemasaran

Pelaku IKM konveksi diarahkan bekerja sama dengan pabrik garmen di Jepara.--

JEPARA, diswayjateng.com - Kelompok Usaha Bersama Kalinyamatan Griya Busana JEPARA, kini dihadapkan pada persoalan serius. Mereka kesulitan mendapatkan tenaga penjahit dan minimnya order dengan skala besar. 

Kondisi itu terungkap saat audiensi antara KUB Kalinyamatan Griya Busana bersama Bupati Witiarso Utomo di Ruang Kerja Bupati Jepara. 

Audiensi dilakukan KUB yang bergerak bidang konveksi khususnya gaun gamis, untuk mendukung program Bupati Jepara dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Kami sebagai pelaku UMKM membutuhkan jembatan agar produk kami bisa dipasarkan lebih luas," ujar Bagus kepada Bupati Witiarso. 

Bagus mewakili puluhan perajin konveksi berharap terkait kebutuhan seragam dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, bisa diproduksi oleh IKM lokal dan bukan dari luar Jepara. 

Bagus juga mengeluhkan salah satu kendala yang dihadapi pelaku IKM konveksi, yakni ketersediaan tenaga penjahit. 

Ia menyebut bahwa banyak penjahit yang memilih bekerja di pabrik, karena mendapatkan penghasilan tetap.

Menurut Bagus, pabrik garmen di Jepara cukup banyak. Sedangkan karyawan IKM konveksi kebanyakan adalah penjahit. 

"Ketika mereka pindah ke pabrik garmen, gajinya lebih pasti. Sedangkan usaha kami sebagai pengusaha kadang naik turun,” jelas Bagus.

Meski demikian, Bagus optimistis kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat dapat membuka jaringan baru bagi IKM Jepara.

“Selama ini kami lebih banyak menyuplai produk secara online. Dengan adanya kerja sama dengan ormas, kami berharap bisa mendapatkan relasi dan jaringan hingga ke tingkat pusat,” tukasnya. 


Bupati Witiarso beraudiensi dengan Kelompok Usaha Bersama Kalinyamatan Griya Busana. --

Merespon keresahan KUB Kalinyamatqn itu, Bupati Witiarso berupaya menguatkan IKM produksi baju gamis, agar mampu naik kelas dan memiliki pasar yang lebih luas.

Witiarso siap menjembatani antara pelaku IKM dengan pabrik-pabrik yang ada di Jepara. Selain itu, kerja sama juga diarahkan dengan organisasi masyarakat seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah jepara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: