Mendikdasmen Prihatin Fenomena Scroll Society, Muncul Ketimpangan Budaya
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat ceramah ilmiah di Unisnu Jepara. --
JEPARA, diswayjateng.com - Fenomena scroll society atau kebiasaan terus menggulir informasi tanpa sempat memahami secara utuh makna di dalamnya, saat ini tengah terjadi pada generasi muda di Indonesia khususnya di Kabupaten JEPARA.
Keprihatinan ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti pada Jumat (6/3/2026).
Sorotan ini disampaikan Mendikdasmen saat ceramah ilmiah bertajuk “Pembelajaran Mendalam Menuju Generasi Berkualitas Era 5.0” di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara,
“Masyarakat saat ini mahir mengusap layar (Smartphone), namun tidak mencerna makna, yang berujung pada rendahnya Digital Civility Index”, ujar Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti juga menyebut adanya ketimpangan budaya (cultural lag), dimana kecanggihan teknologi tidak dibarengi dengan kedewasaan perilaku digital.
Menurut Abdul Mu'ti, ketergantungan pada konten instan dinilai menimbulkan berbagai ancaman bagi generasi muda. Yakni proses berfikir yang lambat, akibat terbiasa dengan informasi singkat tanpa analisis.
Mu'ti juga menilai bahwa generasi saat ini lamban dalam eksekusi dan kehilangan inisiatif di dunia nyata.
"Mereka menjadi generasi yang lemah atau mudah menyerah, dan memilih mengadu di media sosial daripada mencari solusi konkret, " terang Mu'ti.
Karena itu, Mendikdasmen menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus segera bertranformasi. Yaitu dari hanya “permukaan” menuju pemahaman yang mendalam melalui strategi Pembelajaran Mendalam (deep learning).
Kemendikdasmen juga mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam agenda pembelajaran.
Dalam pendekatan ini, imbuh Mu'ti, menekankan kedalaman pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari melalui tiga prinsip, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna) dan joyful (menggembirakan).
“Kita mendorong agar siswa tidak mengejar banyaknya materi saja, yang lebih penting adalah memastikan siswa benar-benar memahami apa yang dipelajari,” tukas Mu'ti. 
Peserta ceramah ilmiah bertajuk Pembelajaran Mendalam Menuju Generasi Berkualitas di Jepara--
Menurut Mu'ti, pihak Kemendikdasmen saat ini juga terus memperkuat dukungan bagi peningkatan kompetensi guru. Salah satunya melalui kebijakan Satu Hari Belajar Guru.
"Kebijakan ini memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kapasitas dan memperbarui metode pembelajaran,," terang menteri kelahiran Kabupaten Kudus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
