Edukasi FORPIS, Remaja Tegal Diajak Pahami Risiko Nikah Dini

Edukasi FORPIS, Remaja Tegal Diajak Pahami Risiko Nikah Dini

BACKSTREET - Kabid PPPA Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Pangestutining, saat memberikan materi dalam kegiatan FORPIS Kabupaten Tegal bertajuk BACKSTREET, di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Sabtu (7/3/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Upaya menekan angka pernikahan usia dini terus digencarkan di Kabupaten Tegal. Salah satunya melalui edukasi yang menyasar kalangan remaja agar lebih memahami risiko sosial, psikologis, hingga kesehatan yang bisa timbul jika menikah terlalu muda.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang PPPA Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal, Pangestutining, saat memberikan materi dalam kegiatan Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Tegal bertajuk BACKSTREET: Bangun Awareness Remaja Melalui Edukasi Terarah, di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Sabtu (7/3/2026).

Dalam pemaparannya, Pangestutining memberikan edukasi kepada remaja mengenai pencegahan pernikahan dini, pentingnya menjaga diri dari risiko kehamilan di bawah umur, serta pemahaman awal tentang peran dan tanggung jawab menjadi orang tua di masa depan.

Melalui penyampaian materi yang disertai studi kasus, para peserta diajak memahami berbagai dampak yang dapat muncul dari pernikahan di usia dini. Mulai dari dampak kesehatan reproduksi, tekanan psikologis, hingga persoalan sosial yang kerap muncul ketika pasangan belum siap secara mental maupun ekonomi.

“Remaja perlu memahami bahwa menikah bukan sekadar soal cinta. Ada tanggung jawab besar yang harus dipikul, baik secara mental, ekonomi, maupun sosial. Karena itu, penting bagi remaja untuk menyiapkan masa depan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berumah tangga,” ujar Pangestutining.

Ia juga mengapresiasi inisiatif FORPIS Kabupaten Tegal yang menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, peran remaja sangat penting sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif FORPIS Kabupaten Tegal dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi seperti ini. Remaja merupakan agen perubahan yang memiliki peran penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya,” ucapnya.

Menurut Pangestutining, melalui edukasi tentang pencegahan pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, diharapkan para remaja dapat memahami pentingnya merencanakan masa depan secara matang.

“Harapannya, para remaja tidak hanya memahami materinya, tetapi juga mampu menjadi pelopor yang menyebarkan informasi positif kepada teman sebaya di lingkungan mereka,” harapnya.

Kegiatan tersebut merupakan gabungan program kerja FORPIS Kabupaten Tegal dalam rangka pelaksanaan Tri Bakti PMR ke-2 dan ke-3 yang berfokus pada peningkatan pengetahuan serta kepedulian remaja terhadap isu-isu sosial dan pergaulan bebas.

Sebanyak 98 anggota PMR Wira dari berbagai sekolah di Kabupaten Tegal mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Selain Pangestutining, materi juga disampaikan oleh Ali yang tergabung dalam Tim Mediasi Pernikahan Dini.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat peran anggota PMR sebagai generasi muda yang peduli terhadap berbagai persoalan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan BACKSTREET ini, kami berharap anggota PMR Wira dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan bertanggung jawab,” ujar Iman.

Dia menegaskan, edukasi seperti ini penting agar remaja memiliki bekal pengetahuan yang cukup dalam menghadapi berbagai tantangan pergaulan di era modern.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: