Tak lama berselang, buruh angkut berdatangan untuk memuat 311 tabung elpiji subsidi yang baru saja tiba di Pulau Parang dengan menggunakan sepeda motor roda tiga. Sarmidi pun bersiap keliling mengantarkan tabung-tabung elpiji tersebut ke rumah warga.
Dua Anak Buah Kapal (ABK) dari KM Berkah, Deni dan Yusuf, sedang mengganti salah satu onderdil mesin yang rusak di sela-sela aktivitas bongkar muat tabung elpiji subsidi di Pelabuhan Syahbandar, Kabupaten Jepara, Rabu siang (14/10/2026).--
BACA JUGA: Makam IRT di Jepara Dibongkar, Polisi Tetapkan Pria Residivis Narkoba Jadi Tersangka
BACA JUGA: Minyak Jelantah Bisa Jadi Cuan, Pemkab Purworejo Beli Rp7.000 per Liter
Bermalam di Kapal hingga Berhadapan dengan Ombak
Dua hari sebelumnya, Selasa (13/10/2026), sekitar pukul 06.00 WIB, Sarmidi bersama dua ABK-nya berangkat dari Pulau Parang menuju Pelabuhan Karimunjawa, membawa serta 521 tabung elpiji kosong dengan mengendarai KM Berkah.
Setelah dua setengah jam perjalanan, mereka sampai di Pelabuhan Karimunjawa. Lalu, bergegas memuat 1.479 tabung elpiji kosong dari lima pangkalan resmi ke atas kapal berkapasitas 20 ton itu.
Dari Karimunjawa, mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Jepara, dan tiba di Pelabuhan Syahbandar, Selasa (13/10/2026), sekitar pukul 20.30 WIB. Sambil menunggu esok paginya, mereka bermalam di kapal yang pengap nan gelap demi menghemat biaya operasional.
“Tadi malam kami tidur di kapal. Saat penat selepas berlayar seharian hilang dengan istirahat, pikiran pun menjadi lebih tenang. Badan ikut segar. Tadi ABK juga selesai mengganti salah satu onderdil mesin, karena sudah aus,” ujar Sarmidi di sela-sela aktivitas bongkar muat 2.000 tabung berisi elpiji subsidi dari empat truk PT. Sendang Harto Mandiri ke atas kapal, Rabu sore (14/10/2026).
Sejumlah buruh masih semangat memuat tabung berisi elpiji subsidi ke dek bagian depan KM Berkah bagian depan di Pelabuhan Syahbandar, Kabupaten Jepara, Rabu malam (14/10/2026).--
BACA JUGA: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Kebumen, 6 Kejadian Longsor dan Pohon Tumbang Dilaporkan
BACA JUGA: Kiai Cabul Jepara Dituntut 12 Tahun Penjara
Saya turut memantau langsung di Pelabuhan Syahbandar, dengan diselingi dua kali istirahat, bongkar muat itu berlangsung selama empat setengah jam, atau rampung sekitar pukul 18.10 WIB. Ada sembilan orang yang bekerja dengan penuh semangat—termasuk sopir truk.
Sarmidi menyebutkan, seusai aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Syahbandar, kapal tidak bisa langsung kembali berlayar menuju Pulau Karimunjawa, karena pukul 18.00 hingga 23.00 WIB banyak nelayan setempat yang menebar jaring di dekat pelabuhan untuk menangkap ikan.
“Kalau nekat jalan, khawatir mesin kapal rusak tersangkut jaring. Saya yang rugi. Atau mungkin nelayan yang rugi, ketika jaringnya rusak karena tersangkut mesin kapal,” jelasnya.
Karena itulah, Sarmidi memilih menunggu hingga tengah malam, sambil memantau kondisi cuaca serta angin melalui aplikasi digital Windy yang telah terpasang di telepon genggamnya.
Potret ratusan tabung elpiji subsidi di dek bagian belakang saat KM Berkah melepas jangkar di Pelabuhan Syahbandar, Kabupaten Jepara, untuk berlayar menuju Karimunjawa, Kamis dini hari (15/10/2026).--