Pabrik Limbah B3 Margasari Tegal Terbakar, Damkar Kewalahan

Selasa 27-10-2026,11:31 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : Laela Nurchayati

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga bermula akibat kelalaian seseorang yang identitasnya belum diketahui. Api kemudian membesar dan membakar bangunan beserta material yang tersimpan di dalamnya.

BACA JUGA:Dua Remaja Kecelakaan di Jalan Daendels Purworejo, Satu Patah Tulang

BACA JUGA:Konsisten Melakukan Buyback Saham, BRI Optimistis Fundamental Perseroan Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang

Saksi sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk mengatasi kebakaran sehingga kejadian itu dilaporkan melalui Call Center 112 dan diteruskan kepada petugas Damkar Kabupaten Tegal.

Terpisah, Owner PT Karya Nusa Bumi Persada, H. Husni Iskandar, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian itu. Pasalnya, saat kebakaran terjadi, kondisi pabrik sedang sepi dan tidak ada karyawan yang berada di lokasi.

Terkait kerugian materi, Husni belum dapat memberikan angka pasti. Menurutnya, pihak perusahaan masih perlu melakukan penghitungan untuk mengetahui total kerugian akibat kebakaran tersebut.

"Kita hitung tepatnya ya. Kalau ngarang-ngarang itu kan, saya kurang begitu jelas," ujarnya.

Husni juga mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran. Saat peristiwa terjadi, ia sedang menghadiri acara keluarga. Informasi mengenai kebakaran baru diterimanya pada malam hari, menjelang waktu Isya.

"Kan waktu itu kita lagi acara keluarga. Tahu-tahu ada informasi malam itu, menjelang Isya, ada kebakaran kayak gitu. Kita pun pada jam-jam seperti itu sedang kosong di lokasi, pada istirahat semua," ungkapnya.

Menurut Husni, api membakar bagian atap gudang pabrik serta sejumlah limbah yang rencananya akan dibakar. Namun, ia menyebut dampak kebakaran sejauh ini terpusat di sekitar area gudang.

"Hanya sekitar gudang saja. Atap-atap gudangnya terbakar, seperti itu. Untuk yang lain-lain enggak ada. Limbahnya saat itu hanya beberapa ton, sisa-sisa saja," pungkasnya. 

Kategori :