SEMARANG, diswayjateng.id - Bunga tabebuya yang bermekaran di sepanjang Jalan Madukoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, membuat kawasan pedestrian Banjir Kanal Barat (BKB) dipenuhi warna merah muda dan putih yang mencolok. Pemandangan tersebut membuat ruas jalan itu ramai didatangi warga yang ingin mengabadikan suasana bernuansa musim semi seperti di Negeri Sakura.
Keindahan bunga tabebuya tersebut telah dimanfaatkan warga sebagai latar untuk berfoto dan membuat video. Pepohonan dengan bunga yang sedang bermekaran terlihat menghiasi sisi jalur pedestrian, sementara suasana hijau di kawasan BKB tetap dipertahankan.
Salah satu warga yang datang untuk menikmati pemandangan tersebut adalah Ira Rohmah, 31. Warga Mranggen, Kabupaten Demak, itu bersama suaminya sengaja didatangkan ke Jalan Madukoro untuk berburu foto dan video bunga tabebuya yang tengah bermekaran.
"Karena aku dan suami suka foto-foto objek, kita memang sengaja ke sini untuk ambil video dan foto bunga tabebuya," kata Ira saat ditemui Espos di Jalan Madukoro, Selasa (18/8/2026).
BACA JUGA:Viral! Camat Bagelen Evakuasi King Kobra 3 Meter dari Rumah Warga
Jalan Madukoro Jadi Spot Foto
Warna merah muda dan putih yang dihasilkan bunga tabebuya dinilai telah memberikan suasana berbeda bagi wajah Kota Semarang. Keindahan tersebut semakin terlihat ketika bunga-bunga itu dipandang dari jalur pedestrian yang berada di kawasan Banjir Kanal Barat.
"Warnanya cantik. Menambah estetika kota. Kalau jalan-jalan di sepanjang area pedestrian serasa kayak di Negeri Sakura," ungkap Ira.
Meski pemandangan bunga tabebuya telah menjadi daya tarik tersendiri, penataan kawasan masih diharapkan dapat ditingkatkan. Kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar bantaran sungai, dinilai perlu lebih diperhatikan agar keindahan kawasan dapat dirasakan secara lebih maksimal.
Ribuan Pohon Ditanam di Semarang
Keberadaan tabebuya di Jalan Madukoro merupakan bagian dari program penghijauan Kota Semarang. Penanaman pohon di sejumlah kawasan telah dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang sejak sekitar 2022-2023.
BACA JUGA:Sumur Mulai Mengering, Ribuan Warga Gabus Pati Berburu Air Bersih di Tengah Kemarau
BACA JUGA:Pelaku Judi Ayam di Pati Disebut Lebih Lihai, Polisi Datang ke Lokasi Malah Gigit Jari
Program tersebut turut didukung sejumlah pihak melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Secara keseluruhan, sekitar 9.000 pohon telah ditanam melalui program penghijauan tersebut.
Pohon yang ditanam tidak hanya berupa tabebuya. Sejumlah jenis pohon lain, seperti pule, asem, dan trembesi, juga telah disebarkan di berbagai kawasan Kota Semarang.
"Pesebaran bunga tabebuya ada di Kaligarang, Wahidin, Pamularsih dan sepanjang Jalan Banjir Kanal Barat. Ke depan kami akan tanam juga di sepanjang Banjir Kanal Timur," ujar Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati.