Tabebuya menjadi salah satu jenis tanaman yang dinilai relatif mudah dikembangkan di Kota Semarang. Menurut Murni Ediati yang akrab disapa Pipie, proses pembungaan pohon tersebut justru lebih mudah terjadi ketika paparan sinar matahari diperoleh secara cukup.
BACA JUGA:Flying Fox UIN Saizu Bermasalah, Mahasiswa Baru Terbentur dari Ketinggian 15 Meter
"Perawatan bunga tabebuya itu paling gampang. Semakin panas semakin dia tumbuh dan semakin berbunga. Kalau tidak panas malah tidak berbunga, seperti bougenville," imbuhnya.
Pengembangan penghijauan Kota Semarang ke depan juga sedang dikaji dengan pendekatan berbasis karakter wilayah. Penanaman pohon secara seragam di sejumlah sudut kota direncanakan, tetapi jenis tanaman yang dipilih tetap akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing kawasan.
Setiap Wilayah Akan Memiliki Karakter Tanaman
Wilayah Semarang Utara, misalnya, memiliki persoalan rob sehingga jenis tanaman yang lebih mampu bertahan terhadap kondisi air asin perlu dipertimbangkan. Ketapang kencana menjadi salah satu tanaman yang tengah dipertimbangkan untuk kawasan tersebut.
Rencana penanaman pohon juga akan diarahkan untuk membentuk karakter tersendiri di sejumlah kawasan perkotaan. Konsep tersebut akan diterapkan melalui program penanaman 1.000 pohon yang sedang disiapkan Pemerintah Kota Semarang.
"Program Wali Kota Semarang nanti akan ada penanaman 1.000 pohon. Konsepnya, setiap wilayah akan memiliki tema sendiri untuk jenis tanamannya. Misalnya di Jalan Gajah Mada, Pemuda, dan Pandanaran itu jenis tanamannya apa sedang kami kaji," tandas Pipie.